Gencarkan Ekoteologi, Kemenag Bangun 154 KUA Ramah Lingkungan hingga Hutan Wakaf
Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:30:00 WIB
Abu Rokhmad menilai pentingnya pesan lingkungan masuk ke dalam narasi keagamaan agar mudah dipahami masyarakat. "Iman tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.
Selain aksi lapangan, Kemenag memperkuat landasan ilmiah melalui International Conference on Islamic Ecotheology for The Future of The Earth. Konferensi ini melibatkan para pakar internasional untuk merumuskan landasan akademik bagi gerakan ekoteologi di masa depan.
Melalui Rakernas bertema "Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan" ini, Ditjen Bimas Islam menargetkan perilaku ekoteologis menjadi gaya hidup baru di tengah masyarakat Indonesia.
Editor: Kastolani Marzuki