Hikmah

Heboh Gunung Emas di Kongo Dikaitkan dengan Tanda Hari Kiamat, Begini Penjelasan Hadits Nabi SAW

Kastolani · Rabu, 17 Maret 2021 - 17:47:00 WIB
Heboh Gunung Emas di Kongo Dikaitkan dengan Tanda Hari Kiamat, Begini Penjelasan Hadits Nabi SAW
Sebuah video menunjukkan ratusan orang berdesak-desakan menggali tanah untuk menambang emas viral di media sosial. (Foto: Hindustan Times).

JAKARTA, iNews.id – Banyak pihak mengaitkan fenomena penemuan gunung emas di Republik Kongo, Afrika dengan hadits-hadits Nabi SAW tentang tanda dekatnya hari kiamat. Temuan gunung emas tersebut menjadi sorotan masyarakat dunia tak terkecuali di Indonesia.

Bagaimana tidak, tanah di gunung itu memiliki kandungan emas yang sangat tinggi, sehingga membuat ribuan warga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menambang.

Melansir Reuters, Senin (15/3/2021), gunung dengan tanah yang mengandung emas itu terletak di desa kecil Luhihi di Provinsi Kivu Selatan, Kongo, negara di Afrika Tengah. Kawasan tersebut berjarak sekitar 50 km dari ibu kota provinsi, Bukavu.

Penemuan itu tak urung membuat pemerintah setempat kewalahan. Mereka pun mengambil tindakan cepat untuk membendung kedatangan ribuan orang itu.

Dalam pandangan Islam, tanda-tanda hari kiamat salah satunya dengan kemunculannya gunung emas memang sudah disabdakan Nabi Muhammad SAW dalam hadits seperti yang diriwayatkan Imam Muslim.

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو 

Artinya, “Kiamat tidak akan terjadi sampai al-furat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat,” (HR Muslim). 

Namun, untuk memahami hadits Nabi SAW itu tidak bisa dilakukan secara leterlek atau terpaku pada apa yang dituliskan dalam tkes hadits tersebut. Sebab, ada beberapa perangkat yang perlu diketahui untuk menyibak makna hadits itu.

Ustadz Muhammad Alvin Nur Choironi, pegiat kajian tafsir dan hadits, alumnus Pesantren Luhur Darus Sunnah menjelaskan, memahami hadits tak cukup dengan membaca satu hadits di atas, perlu juga dilakukan takhrij agar ditemukan hadits-hadits lain yang satu tema.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3