Hukum Bacaan Mad Shilah Sugra atau Qashirah, Contoh, Cara Baca, dan Ayat yang Dikecualikan

Rilo Pambudi · Jumat, 05 Agustus 2022 - 14:54:00 WIB
Hukum Bacaan Mad Shilah Sugra atau Qashirah, Contoh, Cara Baca, dan Ayat yang Dikecualikan
Mad Silah Sugra (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id -  Memahami hukum Mad Silah Sugra cukup penting dalam mempelajari ilmu tajwid. Hal ini agar setiap Muslim bisa membaca Al Quran dengan tartil dan benar sesuai kaidah hukum bacaan. 

Pemahaman ilmu tajwid 'Mad Shilah; perlu diperhatikan agar kalimat atau ayat Al Quran yang dibaca keliru maknanya. Mad Silah Sugra atau disebut juga Mad Shilah Qashirah adalah salah satu dari dua hukum bacaan 'Mad Shilah'. 

Selain Mad Shilah Sugra, ada juga Mad Shilah Kubra (Thawilah). Lantas apakah hukum Mad Shilah Sugra itu? Berikut ini pembahasan sekaligus contoh, cara membacanya, dan kalimat yang dikecualikan. 

Hukum Huruf Mad Silah Sugra (Qasirah) 

Secara bahasa, Mad memiliki arti tambahan atau juga panjang. Sementara Shilah bisa dimaknai dengan "lanjut". Artinya, Mad tidak akan muncul kecuali ketika dibaca lanjut, atau dengan kata lain, tidak dibaca panjang (mad) kalau tidak lanjut.


Dilansir iNews.id dari Lafal Quran, Jumat (5/8/2022), kata shilah menurut bahasa artinya hubungan, sedangkan disebut Sugra atau Qashirah karena memiliki arti pendek.  

Oleh karena itu, yang disebut Mad Silah Sugra (Qashirah) menurut istilah adalah bacaan yang dibaca panjang karena ada Ha’ Dhomir sebelumnya bertemu huruf yang berharakat dan dibaca 'pendek' karena ada Ha’ Dhomir yang dihubungkan dengan huruf sukun atau tasydid. 

Hukum bacaan disebut Mad Silah Qasirah apabila ada Ha’ Dhomir ( ﻪ , ه ) yang berada sesudah huruf yang berharakat, kecuali huruf mati atau sukun dan tidak pula dihubungkan dengan huruf berikutnya, seperti bacaan tasydid atau huruf mati atau sukun. 

Cara membaca hukum Mad Shilah Sugra (Qashirah) yaitu dibaca dengan panjang 1 alif atau 2 harakat / ketukan, seperti panjang Mad Thobi’i.


Contoh Bacaan Mad Silah Qasirah


Ciri khusus Mad Silah Qasirah yakni dhomah terbalik di ha dhamir atau kasrah berdiri. Mad Silah Qasirah (pendek) yaitu mad silah yang tidak diikuti hamzah dan dibaca panjang dua harakat atau satu alif. Jika diikuti hamzah, maka hukumnya tidak Mad Shilah Qasirah lagi melainkan Mad Shilah Thawilah.


Sebagai contoh adalah dua kalimat berikut ini,


- Surat Al Lahab Ayat 4: 


وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ 


Latin: Wam ra atuhuu hamma latal hathab 


- Surat Al Qari'ah ayat 9: 


فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ 


Latin: Faummuhuu haawiyah


-  Surat Al Ikhlas Ayat 4:


وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ


Latin: Wa lam yakul-lahuu kufuwan ahad


Pengecualian Hukum Bacaan Mad Shilah Sugra (Qashirah), antara lain sebagai berikut:


1. Ha’ Dhomir ( ﻪ , ه ) yang didahului huruf sukun/mati. Cara membacanya tidak boleh dipanjangkan. Contohnya:


وَاسْتَغْفِرْهُ


Dibaca: Wastaghfirhu


مِنْ اَخِيْهِ


Dibaca: Min akhiihi


وَبَنِيْهِ


Dibaca: Wabaniihi


وَرَضُوْا عَنْهُ    


Dibaca: Waradluu ‘anhu


عَلَيْهِ اَحَدْ


Dibaca: ‘Alaihi ahad

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda