Hikmah

Hukum Jual Beli Online Dalam Pandangan Islam

Kastolani ยท Rabu, 07 April 2021 - 20:00:00 WIB
Hukum Jual Beli Online Dalam Pandangan Islam
Ilustrasi belanja online. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Hukum jual beli online dalam Islam halal selagi ada barang dan dibayar tunai serta tidak ada unsur penipuan. Hukum jual beli online ini perlu diketahui Muslim agar kegiatan yang dilakukan tidak melanggar aturan agama.

Saat ini, jual beli online sudah hampir dilakukan  semua orang, terutama yang hidup diperkotaan. Cukup duduk santai di rumah, punya data, punya aplikasi toko jual beli online, seseorang bisa membeli dan menjual segala kebutuhan hidupnya.

Ustazah Isnawati dalam bukunya Jual Beli Online Sesuai Syariah menerangkan, jual beli online adalah transaksi yang dilakukan oleh dua belah pihak tanpa bertemu langsung, untuk melakukan negosiasi dan transaksi jual beli yang dilakukan melalui alat komunikasi seperti chat, telepon, SMS, web dan sebagainya.

Jual beli online bisa dikategorikan jual beli yang tidak tunai. Karena biasanya dalam sistem jual beli online ini, ketika terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, penjual dan pembeli, maka penjual meminta untuk dilakukan pembayaran, setelah itu barulah barang yang dipesan akan dikirimkan.

Di dalam Islam secara umum ada empat jenis jual beli, tiga diantaranya dihalalkan dan satu yang diharamkan.

1. Jual beli semua tunai. Pembayaran tunai dan barangnya pun tunai. Ini yang biasa terjadi di pasar atau jika seseorang belanja langsung ke warung tanpa ngutang.

2. Jual beli non tunai (kredit), yaitu barangnya tunai, namun pembayarannya ditangguhkan atau dicicil belakangan.

3. Jual beli salam/istishna’. Jual beli dengan pembayaran tunai dan barangnya ditangguhkan atau belakangan.

Adapun jenis jual beli yang terlarang atau diharamkan secara mutlak adalah jual beli utang. Maksudnya pembayarannya tidak tunai ditangguhkan kemudian barangnya pun ditangguhkan.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3