Hukum Qurban Atas Nama Hamba Allah saat Idul Adha, Sah atau Tidak?

Rilo Pambudi · Senin, 04 Juli 2022 - 18:55:00 WIB
Hukum Qurban Atas Nama Hamba Allah saat Idul Adha, Sah atau Tidak?
Hukum Qurban Atas Nama Hamba Allah. Penampakan sapi kurban milik Presiden Jokowi yang dibeli dari peternak di Kabupaten Bone. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Hukum qurban atas nama hamba Allah di dalam islam perlu dipahami oleh setiap umat Muslim. Pasalnya penyembelihan hewan qurban terkadang diniatkan dengan menyebut nama seseorang yang berkurban dan sebagian hanya menyebut dengan hamba Allah saja.

Lantas apakah qurban atas nama hamba Allah diperbolehkan? Sebelum mengurainya lebih jauh, penting kiranya sekilas membahas tentang kurban itu sendiri.

Hari Raya Idul Adha 2022 tidak lama lagi akan segera tiba. Umat muslim di seluruh dunia bakal merayakan hari besar itu pada 10 Dzulhijjah 1442 yang jatuh pada 10 Juli 2022. 

Berkurban menjadi salah satu amalan paling dianjurkan pada perayaan Idul Adha. Hal itu didasarkan pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al Quran, Surah Al Kautsar ayat 2.

فصل لربك وانحر

“Maka shalatlah kamu untuk Tuhanmu dan berkurbanlah!” (Qs. Al Kautsar: 2)

Perayaan ini identik dengan pemotongan hewan kurban yang dilakukan hingga hari tasyrik atau 3 hari setelah Idul Adha. Anjuran berkurban itu termaktub dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ 

Artinya: "Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (QS. Al Hajj: 34)

Selain sumber Al Quran, ada juga beberapa hadits shahih tentang keutamaan berkurban. Lalu bagaimana hukumnya jika berkurban atas nama hamba Allah? Berikut ini penjelasannya yang dilansir iNews.id dari Bincang Syariah, Senin (4/7/2022).

Hukum Qurban Atas Nama Hamba Allah

Penyembelihan hewan kurban biasanya dilakukan secara bersama di masjid-masjid atau dalam kelompok tertentu. Saat panitia atau wakil menyembelih hewan kurban, biasanya menyebut nama orang-orang yang berkurban terlebih dahulu sebelum menyembelih. 

Tetapi ada juga tidak membaca nama-nama orang yang berkurban saat hendak menyembelih hewan qurban milik orang lain.

Menyebut dan membaca nama-nama orang yang berkurban pada dasarnya memang tidak diwajibkan. Kurban tetap dinilai sah meskipun wakil atau panitia tidak menyebut nama orang yang berkurban. 

Dengan niat dan doa, mereka tetap dapat langsung menyembelih hewan kurban meskipun tanpa menyebut nama-nama orang yang berkurban. Yang perlu dicatat, proses penyembelihan tetap harus sesuai dengan syariat.

Nabi Muhammad SAW memang pernah menyebut keluarga dan umatnya ketika berqurban. Namun hal itu bukanlah menjadi suatu kewajiban.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili menjelaskan masalah ini sebagai berikut;

وليس على الوكيل ان يقول عند الذبح “عمن” لان النية تجزئ وان ذكر من يضحي عنه فحسن لان النبي صلى الله عليه وسلم حينما ضحى قال : اللهم تقبل من محمد وال محمد وامة محمد ثم ضحى وقال الحسن : بسم الله الله اكبر هذا منك ولك تقبل من فلان

Dan tidak wajib bagi wakil ketika menyembelih mengucapkan ‘dari seseorang’, karena niat telah mencukupinya. Namun jika wakil menyebut nama orang yang berkurban, maka hal itu baik. Ini karena Nabi Saw ketika beliau berkurban, beliau berkata; Ya Allah, terimalah dari Muhammad, dari keluarga Muhammad dan umat Muhammad, kemudian beliau menyembelih. Hasan berkata; Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ini dariMu dan untukMu, maka terimalah dari fulan.

Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain dan Diri Sendiri

Dikutip iNews.id dari Baznas dan laman NU, Selasa (7/6/2022), ada doa yang cukup umum yakni sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ 

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm 

Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub-ku.

Sementara, terdapat juga doa lain yang sesuai sunnah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Dari Jabir ibnu Abdullah mengatakan bahwa ia pernah shalat bersama Rasulullah SAW di Hari Raya Kurban. Setelah bersalam dari shalatnya, didatangkan kepada Nabi SAW seekor domba, lalu Rasulullah SAW menyembelihnya seraya mengucapkan:

"بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهِ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمَّ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي".

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar. Ya Allah, domba ini adalah kurbanku dan kurban orang-orang dari kalangan umatku yang tidak berkurban. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, dan Imam Turmudzi.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda