Hukum Tajwid dalam Surat Al Kafirun Ayat 1-6 Lengkap Bacaan Arab, Terjemahan, Penjelasan dan Cara Bacanya

Rilo Pambudi · Senin, 19 September 2022 - 20:36:00 WIB
Hukum Tajwid dalam Surat Al Kafirun Ayat 1-6 Lengkap Bacaan Arab, Terjemahan, Penjelasan dan Cara Bacanya
Hukum Tajwid dalam Surat Al Kafirun (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Hukum tajwid dalam surat Al Kafirun ayat 1-6 lengkap dengan arti dan cara membacanya dapat menjadi pelajaran bermanfaat. Al Kafirun merupakan salah satu surat pendek yang sering dibaca ketika sholat.

Surat ini adalah surat ke-109 dalam Al Qur'an dan terdiri dari 6 ayat. Nama Al Kafirun artinya adalah 'Orang-Orang Kafir'. Surat ini tergolong surat Makkiyah dan diturunkan sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah.

Salah satu isi kandungan surat ini adalah tentang toleransi beragama. Untuk memahami maknanya, berikut ini adalah bunyi dan terjemahan sekaligus hukum tajwid surat Al Kafirun ayat 1-5 yang dilansir iNews.id, Senin (19/9/2022).

Hukum Tajwid dalam Surat Al Kafirun :

1. Ayat 1

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

Latin: Qul ya ayyuhal-kafirun

Artinya: Katakanlah, “Hai orang-orang kafir,

Hukum Tajwid Ayat 1:

يٰۤاَ: Mad jaiz munfasil, karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata, sehingga dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.

الْكٰفِرُ : Alif lam qomariyah, karena alif lam bertemu dengan salah satu huruf qamariyah yaitu kaf. Cara membacanya yaitu dengan jelas. Setelahnya pada huruf kaf berlaku hukum mad thobi’I, karena kaf fathah bertemu dengan alif. Dibaca panjang 2 harakat.

فرُوْن : Mad arid lissukun, karena wau sukun didahului huruf berharakat dhammah dan bertemu di akhir kalimat. Membacanya dengan panjang selama 2-6 harakat.

2. Ayat 2

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ

Latin: La a'budu ma ta’budun

Artinya: "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah."

Hukum Tajwid Ayat 2:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah diikuti alif bertemu dengan hamzah di lain kata. Cara membacanya yaitu dengan dipanjangkan selama 2-5 harakat.

مَا : Mad thobi’I, karena mim fathah bertemu dengan alif. Dibaca panjang selama 2 harakat.

ـبدُوْن٠ : Mad arid lissukun, karena huruf wau sukun didahului huruf berharakat dhammah dan pertemuan berada di akhir kalimat. Dibaca panjang selama 2–6 harakat.

3. Ayat 3

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ

Latin: Wa la antum 'abiduna ma a'bud

Artinya: "Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah."

Hukum Tajwid Ayat 3:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah bertemu dengan alif lalu diikuti hamzah namun di lain kata. Membacanya panjang 2–5 harakat.

نْتُم : Ikhfa' Aqrab, karena nun sukun bertemu dengan ta'. Nun sukun dibaca samar dan didengungkan selama 3 harakat.

ـتمْ عَا : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan 'ain. Cukup dibaca jelas. Kemudian setelahnya terdapat hukum mad thobi’I, karena 'ain bertemu dengan alif. Dibaca panjang selama 2 harakat.

بدُوْن : Mad thobi’I, karena huruf wau sukun didahului oleh huruf berharakat dhammah yaitu dal. Membacanya panjang 2 harakat.

مَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena huruf mad yaitu mim fathah bertemu alif dan diikuti hamzah namun di lain kata. Cara membacanya yaitu dipanjangkan 2–5 harakat.

ـبُدُ٠ : Qolqolah kubro, karena salah satu huruf qalqalah yaitu dzal berada di akhir kalimat sehingga diwakafkan. Cara membacanya dengan dipantulkan.

4. Ayat 4

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ

Latin: Wala ana 'abidum ma 'abattum

Artinya: "Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,"

Hukum Tajwid Ayat 4:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah bertemu dengan alif dan diikuti oleh hamzah di lain kata. Dibaca panjang selama 2–5 harakat.

عَا : Mad thobi’I, karena 'ain fathah bertemu dengan alif. Dibaca panjang selama 2 harakat.

بدٌ مَا : Idghom bigunnah, karena harakat dhommah tanwin bertemu dengan mim. Harakat tanwin dileburkan sehingga mim seolah-olah bertasydid. Membacanya disertai dengung. Setelahnya terdapat hukum mad thobi’I, karena mim fathah diikuti alif. Dibaca panjang 2 harakat.

ـبدْتُم : Idghom mutajanisain, karena dal sukun bertemu dengan ta'. Huruf dal dimasukkan ke huruf ta', sehingga ta' seolah-olah berharakat tasydid.

5. Ayat 5

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

Latin: Wa la antum 'abidụna ma a'bud

Artinya: "dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah."

Hukum Tajwid Ayat 5:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah diikuti alif bertemu dengan hamzah di lain kata. Sehingga lam dipanjangkan yang 2–5 harakat.

نْتُم : Ikhfa' aqrab, karena nun sukun bertemu dengan ta'. Cara membacanya yaitu dengan menyamarkan suara nun sukun dan disertai dengan dengung.

نْتُمْ عٰبِ : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan 'ain. Cara membacanya yaitu dengan jelas. Kemudian berlaku juga hukum mad thobi’I, karena huruf 'ain diikuti alif. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.

عٰبِدُوْنَ : Mad thobi’I, karena fathah berdiri di atas 'ain. Ada pula wau sukun didahului oleh huruf berharakat dhammah. Dibaca panjang 2 harakat.

مَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena huruf mim bertemu dengan alif dan diikuti oleh hamzah di lain kata. Dibaca panjang selama 2–6 harakat.

ـبدُ٠ : Qolqolah kubro, karena huruf dal yang merupakan huruf qolqolah berada di akhir kalimat sehingga diwakafkan. Membacanya dengan cara dipantulkan.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda