Hikmah

Naskah Khutbah Jumat: Makna Musibah Bagi Seorang Muslim

Kastolani · Jumat, 22 Januari 2021 - 08:49:00 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Makna Musibah Bagi Seorang Muslim
Muslim menjalankan sholat Jumat dengan protokol kesehatan ketat. (Foto: Antara)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kemungkaran yang paling besar dan paling berbahaya yang sedang menyebar saat ini adalah kemungkaran kekufuran. Yaitu munculnya paham-paham yang menyimpang dari paham Ahlussunnah wal Jama’ah; paham yang diajarkan oleh Rasulullah dan sahabatnya.

Hari ini banyak berkembang paham khawarij yang mengkafirkan setiap umat Islam yang tidak berhukum dengan hukum Islam meskipun hanya dalam satu permasalahan kecil, paham ini mengakibatkan munculnya paham terorisme yang sangat meresahkan.

Hari ini juga berkembang paham qadariyah muktazilah yang meyakini bahwa manusia menciptakan perbuatannya sendiri (bukan Allah yang menciptakannya), hari ini juga berkembang paham mujassimah/karramiyah yang meyakini bahwa Allah adalah jisim yang memiliki anggota badan dan bertempat di suatu tempat tertentu.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Namun di sisi lain, sedikit sekali dari kita; umat Islam yang merasa prihatin melihat fenomena kamaksiatan dan paham-paham kufur tersebut apalagi mau mengingkarinya. Umat Islam saat ini banyak yang hanya sibuk mengurus kepentingan dunianya, sebaliknya sangat tidak peka terhadap kondisi keagamaan umat.

Bahkan sebagian umat Islam ada yang berprinpsip ‘yang penting saya  dan keluarga saya selamat’, orang lain itu urusan mereka sendiri’. Prinsip seperti ini jelas tidak benar, karena di dalam Islam selain ada kewajiban menjaga diri sendiri dan keluarga juga ada kewajiban dakwah dan al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘an al munkar.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Allah ta’aalaa berfirman:

ظَهَرَ الفَسَادُ فِي البَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ‏‏

Maknanya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Q.S ar Rum: 41)

Ayat ini tidak hanya dimaknai bahwa musibah-musibah yang menimpa kita itu disebabkan perbuatan-perbuatan manusia berupa penggundulan hutan, pembuangan sampah sembarangan, penataan kota yang tidak tepat dan seterusnya. Tetapi lebih dari itu, adalah diakibatkan oleh perilaku-perilaku kufur dan maksiat yang dilakukan oleh manusia. Dalam sebuah ayat Allah ta’aalaa berfirman:

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ  وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

 Maknanya: “Kenikmatan yang menimpakamu adalah dari Allah dan musibah yang menimpa kamu adalah balasan dari perbuatan diri kamu”.

Editor : Kastolani Marzuki