Kriteria Pemimpin yang Ideal Dalam Islam Beserta Dalil Naqlinya
Dikutip dari uinsu.ac.id. dalam pandangan Islam tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya karena prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa kesamaan.
Kepemimpinan dalam Islam pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah Saw, kepemimpinannya tidak bisa dipisahkan dengan fungsi kehadirannya sebagai pemimpin spritual masyarakat. Prinsip dasar kepemimpinan Nabi SAW adalah keteladanan.
Dalam kepemimpinannya mengutamakan uswatun hasanah yaitu pemberian contoh kepada para sahabat dan masyarakat yang dipimpin. Rasulullah SAW memang mempunyai kepribadian yang sangat agung hal ini seperti yang digambarkan dalam al-qur’anbahwa nabi Muhammad Saw memiliki akhlak yang agung.
Hal ini menunjukkan Rasulullah Saw mempunyai kelebihan yaitu akhlak yang mulia, sehingga dalam hal memimpin dan memberikan keteladanan tidak lagi diragukan. Kepemimpinan Rasulullah Saw tidak dapat ditiru sepenuhnya, namun setidaknya sebagai umat Islam harus berusaha meneladani kepemimpinannya.
Dalam menyatukan dan memajukan keberagaman kehidupan umat Islam, maka harus dapat menggambarkan karakter pemimpin yang dikehendaki. Karakter kepemimpinan merupakan suatu hal yang tak terpisahkan dengan keadaan dan lingkungan masyarakat yang dipimpinnya.
Keberhasilan dan tidaknya seorang pemimpin dalam menjalankan amanah yang dibebankan kepadanya tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, akan tetapi kemampuan yang mampu mendaya gerakkan orang lain untuk bekerja dengan baik dan sesuai dengan apa yang dicapai.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al Ahzab Ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21)