Mukjizat Nabi Harun, Rekan Nabi Musa dalam Berdakwah kepada Fir’aun dan Bani Israil
"Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi." (QS. Maryam: 53).
Suatu hari, Nabi Musa harus menjalankan saum selama 40 hari untuk meminta kitab suci kepada Allah. Melihat Bani Israil akan ditinggalkan untuk sementara, maka terjadilah pemilihan pemimpin yang dapat menggantikan peran Nabi Musa.
Kisah Nabi Syam'un, Asal Mula Lailatul Qadar
Untuk menentukan sosok pemimpin, semua pimpinan suku Bani Israil dan Nabi Harun harus meletakkan tongkatnya pada tempat suci. Tujuannya untuk melihat tongkat siapa yang akan mengalami periubahan sehingga dialah yang patut menjadi pemimpin Bani Israil.
Dengan izin Allah SWT, tongkat Nabi Harun lah yang berubah menjadi berbunga dan bertunas. Dengan demikian, Nabi Harun yang diangkat menjadi pemimpin Bani Israil. Selama memimpin, Nabi Harun diperintahkan Nabi Musa untuk menjaga Bani Israil agar tidak menyekutukan Allah SWT dengan sebuah patung lembu.
Sebagai rekan Nabi Musa, Nabi Harun juga dianugerahi mukjizat dari Allah SWT untuk menyeberangi Laut Merah menghindari kejaran Raja Fir’aun dan pasukannya. Suatu hari, Nabi Harun diminta menemani Nabi Musa untuk menghadap Raja Fir’aun guna menyampaikan kitab Taurat.
Namun Raja Fir’aun yang menolak kebenaran ajaran Allah SWT justru begitu murka dan mengusir Nabi Harun dan Nabi Musa keluar dari Mesir. Keduanya juga diancam dan ditakut-takiuti untuk dibunuh sehingga Nabi Harun dan Nabi Musa beserta rombongan orang-orang yang beriman berlarian menghindari kejaran Raja Fir’aun.
Sesampainya di Laut Merah, Nabi Musa pun berhasil membelahnya dengan tongkat yang ia miliki agar menjadi jalan bagi rombongannya. Nabi Harun yang beriman kepada Allah SWT turut mendapat kemudahan menyeberangi Laut Merah mendampingi Nabi Musa untuk menghindari pasukan Raja Fir’aun.
Itulah mukjizat Nabi Harun yang diperoleh dari Allah untuk menjadi rekan berdakwah Nabi Musa. Wallahu a’lam bisshawab.
Editor: Komaruddin Bagja