Nuzulul Quran: Pengertian, Sejarah dan Keistimewaan
Pertama, Al Quran diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah). Kedua, wahyu tersebut diturunkan secara bertahap (najman najman).
Sebelum diterima Nabi di bumi, Allah terlebih dahulu menurunkannya secara menyeluruh di langit dunia, dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah. Peristiwa inilah yang dikatakan sebagai Nuzulul Quran dan diperingati setiap 17 Ramadhan.
Selanjutnya, malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi di bumi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama 20 tahun, (pendapat lain 21 tahun). Momen pertama kali turunnya ayat kepada Nabi Muhammad inilah yang diperingati sebagai Lailatul Qadar, di mana terjadi antara malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Pakar tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menegaskan:
“Tidak ada perbedaan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan seperti penjelasan kami. Maka Al-Qur’an terlebih dahulu diletakan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menurunkannya secara berangsur tentang perintah, larangan dan sebab-sebab lainnya. Demikian itu terjadi selama 20 tahun.”
Dalam riwayat lain dikatakan "Sahabat Ibnu Abbas berkata, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh secara menyeluruh kepada para malaikat pencatat wahyu di langit dunia, kemudian Jibril turun membawanya secara berangsur, satu dan dua ayat, di waktu yang berbeda-beda selama 21 tahun." (Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi).