Prosesi Acara Pernikahan untuk Agama Islam, dari Khitbah hingga Walimatul Ursy

Rilo Pambudi · Rabu, 18 Mei 2022 - 21:11:00 WIB
Prosesi Acara Pernikahan untuk Agama Islam, dari Khitbah hingga Walimatul Ursy
Prosesi acara pernikahan untuk agama Islam (Foto: Sultan Basmallah/ Pexels)

JAKARTA, iNews.id - Prosesi acara pernikahan untuk agama islam penting diketahui setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Hampir seluruh agama dan kebudayaan menganggap pernikahan adalah proses yang sakral, tak terkecuali di dalam islam.

Anjuran untuk melakukan pernikahan bahkan diterangkan di dalam Al Quran dan As Sunnah. Hal itu sebagaimana diterangkan melalui firman Allah SWT:

وَمِنْءَايَتِهِ أَنْخَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَجًا لِتَسْكُنُوْا أِلَيْهاَ وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدّةًوَرَحْمَةً إِنَّ فِى ذَالِكَ لَأَيَتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dia dijadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS.Ar-Rum:21)

Prosesi Acara Pernikahan untuk Agama Islam

Di dalam tradisi Islam, terdapat urutan-urutan yang perlu dilakukan dalam prosesi pernikahan. Dilansir iNews.id dari berbagai sumber, Sabtu (5/14/2022), setidaknya ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan ketika menikah secara islam.

1. Meminta Pertimbangan

Bagi seorang laki-laki yang ingin mempersunting perempuan untuk dijadikan istrinya. Dianjurkan untuk meminta pertimbangan dari kerabat dekat sang wanita. Selain baik agamanya, mereka yang diminta pertimbangan setidaknya adalah orang yang benar-benar tahu tentang hal ihwal mengenai wanita yang akan dipersunting. Begitu juga bagi wanita yang akan dipersunting oleh laki-laki tersebut.

2. Khitbah atau Peminangan

Khitbah atau peminangan adalah proses meminta atau melamar yang dilakukan oleh pihak laki-laki beserta keluarganya terhadap pihak perempuan yang akan dinikahi. Hal ini juga dimaksudkan sebagai penegasan bahwa sang wanita telah segera menjadi seorang calon istri.

Laki-laki harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar direstui menikahi sang pujaan. Adapun wanita yang boleh dipinang adalah bilamana memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:

- Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syar'i yang menyebabkan laki-laki dilarang memperistrinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dinikahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain).

- Belum dipinang orang lain secara sah, karena haram hukumnya seseorang meminang pinangan saudaranya.

3. Shalat Istikharah

Setelah pihak laki-laki dan wanita saling melihat dalam prosesi khitbah, dianjurkan untuk melakukan shalat istikharah sebelum memberikan jawaban. Shalat istikharah dapat dilakukan kedua belah pihak dalam rangka memohon petunjuk kepada Allah sebelum melangkah ke proses berikutnya.

4. Akad Nikah

Jika khitbah telah mendapatkan jawaban, maka berikutnya adalah akad nikah. Prosesi ini menjadi momentum tersakral dan inti yang membuat sepasang manusia yang tadinya asing menjadi satu dan sah dalam ikatan pernikahan.

Selain dilandasi suka sama suka dari kedua mempelai, proses ini dilakukan dengan cara pihak laki-laki mengucapkan ijab qabul terhadap wali dari mempelai wanita dan akan ditentukan dengan pengesahan dari seluruh saksi dan diakhiri dengan doa. Selain harus adanya wali dan saksi, proses ini juga dianjurkan untuk diberikannya mahar atau mas kawin.

 Meski tidak menetapkan batasan atau nilai tertentu, adanya mas kawin adalah wujud bahwa islam memuliakan wanita dari laki-laki yang akan menikahinya.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: