2. Dalam soal tauhid (ketuhanan), menganut ajaran Imam Abu Hasan AlAsy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidzi.
3. Dalam bidang tasawuf, menganut dasar-dasar ajaran Imam Abu Qosim AlJunaidi. Proses konsulidasi faham Sunni berjalan secara evolutif. Pemikiran Sunni dalam bidang teologi bersikap elektik, yaitu memilih salah satu pendapat yang benar.
Arti Lambang Bendera NU
Lambang bendera NU ini baru di dipakai pada Muktamar NU ke 2 bulan Robiul Awal 1346 yang bertepatan dengan bulan Oktober 1927.
Dalam pandangan Kyai Ridwan Abdullah, lambang NU terdiri dari bumi dikelilingi tampar (tali) yang mengikat, untaian tampar berjumlah 99, lima bintang di atas bumi (yang tengah berukuran paling besar) dan empat bintang di bawah bumi. Terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab melintang di tengah bumi dan di bawah bumi ada tulisan NU dalam huruf latin.
Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi:
.
فهلموا كلكم ومن تبعكم جميعا من الفقراء والأغنياء والضعفاء والأقوياء إلى هذه الجمعية المباركة الموسومة بجمعية نهضة العلماء، وادخلوها بالمحبة والوداد، والألفة والاتحاد، والاتصال بأرواح وأجساد؛ فإنّها جمعية عدل وأمان وإصلاح وإحسان، وإنّها حلوة بأفواه الأخيار وغصّة على غلاصم الأشرار. وعليكم بالتناصح في ذلك وحسن التعاون على ما هنالك بموعظة شافية ودعوة متلافية وحجّة قاضية.
.
“Kemarilah kalian semuanya, baik dari orang miskin dan kaya, lemah dan kuat ke Organisasi yang penuh dengan keberkahan ini, yang bernama Organisasi Nahdlatul Ulama (kebangkitan para ulama). Masuklah kalian ke dalamnya dengan cinta dan kasih, kasih sayang dan persatuan, berkesinambungan antara ruh dan jasad; karena ia adalah organisasi keadilan, keamanan, pembenahan, dan perbaikan.
.
Ia terasa manis di dalam penuturan orang-orang yang baik, ialah penghalang bagi keburukan orang-orang yang buruk. Dan wajib atas kalian untuk saling tolong menolong dengan (cara yang) baik atas urusan itu semua dengan nasehat yang menjadi pengobat, ajakan yang memperbaiki, dan argumentasi yang memutuskan (perselisihan).”
.
– KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng
.
“Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki