Hikmah

Tata Cara Sholat Ghoib di Rumah, Bacaan Niat dan Doa

Kastolani · Jumat, 23 Juli 2021 - 22:53:00 WIB
Tata Cara Sholat Ghoib di Rumah, Bacaan Niat dan Doa
Sholat ghoib boleh dilaksanakan di rumah baik berjamaah maupun sendirian. (Foto: Dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Sholat ghoib di rumah boleh dilakukan secara munfarid (sendirian) maupun berjamaah. Sholat ghoib adalah sholat yang dilakukan kepada jenazah di suatu tempat atau daerah yang tidak ada di hadapan secara langsung orang yang melakukan shalat jenazah.

Agama telah mengatur tentang kewajiban kaum muslimin terhadap kematian yang menimpa saudaranya muslim dengan cara melaksanakan empat perkara yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan. Kewajiban itu kemudian dikenal dalam fikih sebagai fardhu kifayah yakni kewajiban yang dilakukan oleh salah seorang atau sebagian orang sehingga terlepaslah hukuman bagi mereka yang tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk melaksanakan fardhu kifayah tersebut.

Hukum sholat ghoib seperti dikutip dari laman muhammadiyah.or.id adalah sunnah dan masyru’ (disyariatkan). Ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad.

Adapun beberapa dalil yang dijadikan dasar membolehkan sholat ghoib yakni seperti hadits berikut,

عَنْ جَابِرٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى أَصْحَمَةَ النَّجَاشِىِّ فَكَبَّرَ أَرْبَعًا [رواه البخارى].

Dari Jabir r.a. (diriwayatkan) bahwa Nabi SAW telah menshalatkan Ashamah an-Najasyi, lalu ia (Nabi) takbir empat kali [HR. al-Bukhari].

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِىَّ فِى الْيَوْمِ الَّذِى مَاتَ فِيهِ، خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى، فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا [رواه البخارى].

Dari Abu Hurairah r.a.  (diriwayatkan), bahwa Nabi saw telah memberitahukan kematian Najasyi pada hari kematiannya, beliau (Nabi) keluar (bersama sahabat) ke tempat shalat, lalu beliau atur shaf mereka dan bertakbir empat kali [HR. al-Bukhari].

Kedua hadits tersebut menjelaskan bahwa Nabi saw telah shalat jenazah untuk Najasyi tidak di hadapan jenazahnya secara langsung (ghaib). Najasyi adalah gelar untuk Raja Habasyah yang bernama ash-Shamah. Berita kematian Najasyi yang telah masuk Islam sampai kepada Nabi saw kemudian beliau memerintahkan shalat untuk Najasyi.

Waktu Sholat Jenazah

Pelaksanaan sholat ghoib bisa dilakukan setelah meyakini seseorang telah meninggal dunia dan sudah siap untuk dilaksanakan shalat atasnya. Shalat jenazah juga dapat dilakukan di kubur beberapa hari setelah kematiannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan beberapa hadits Nabi SAW sebagai berikut,

عَنِ الشَّعْبِىِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَبْرٍ بَعْدَ مَا دُفِنَ فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا [رواه مسلم].

Dari asy-Sya’bi (diriwayatkan), sesungguhnya Rasulullah saw pernah shalat atas suatu kubur setelah dikubur, lalu beliau takbir empat kali [HR. Muslim].

Editor : Kastolani Marzuki