Hikmah

Surat Al Falaq Ayat 1-5 Arab Lengkap dengan Arti, Tema Pokok serta Asbabun Nuzul

Kastolani · Senin, 20 September 2021 - 12:51:00 WIB
Surat Al Falaq Ayat 1-5 Arab Lengkap dengan Arti, Tema Pokok serta Asbabun Nuzul
Kandungan Surat Al Falaq beserta asbabun nuzulnya penting diketahui Muslim untuk mempertebal keimanan. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Apa sebab penamaan Surat Al Falaq?Bagaimana sebab turun surah ini? Apa tujuan diturunkannya? Apa manfaat membacanya? Surat Al Falaq adalah surat ke-113 dalam Al Quran. Surah yang berjumlah lima ayat ini diturunkan di Kota Madinah.

Surat Al Falaq juga dinamai Nabi SAW dengan nama surah Qul A’udzu bi Rabb al-Falaq. Ada yang menamai dengan surah al-Falaq. Nama itu terambil dari ayat pertama surah ini. Al Falaq artinya waktu subuh.

Asbabun Nuzul atau sebab-sebab turunnya Surat Al falaq diriwayatkan dari Zaid bin Arqam berkata bahwa Nabi SAW disihir oleh seorang lelaki Yahudi hingga beliau sakit.

Jibril lalu turun kepadanya dengan membawa al-Mu’awwidzatain seraya berkata, “Seorang Yahudi telah menyihirmu dan sihirnya ditanam di sumur Fulan.”

Zaid berkata, “Kemudian Nabi mengutus Ali untuk mengambilnya dan menitahkan kepadanya untuk melepaskan ikatan-ikatan sihir itu dan membacakan ayat". 

Ali pun membaca sambil melepaskan ikatan sihir tersebut satu per satu sehingga Nabi SAW bangkit seakan baru terlepas dari ikatan tali. 

Zaid berkata lagi, “Rasulullah sama sekali tidak berkata apa-apa kepada lelaki Yahudi terkait yang telah diperbuat lelaki itu dan tidak pula memperlihatkan wajahnya.” (H.R. Ah]mad dari Zaid bin Arqam).

Dalam riwayat lain, Siti Aisyah berkata bahwa lalu Rasulullah SAW mendatangi sumur tersebut dan mengeluarkannya, kemudian beliau bersabda:

«هَذِهِ الْبِئْرُ الَّتِي أُرِيتُهَا وَكَأَنَّ مَاءَهَا نقاعة الحناء وكأن نخلها رؤوس الشياطين»

Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku; airnya seakan-akan seperti warna pacar (merah) dan pohon-pohon kurmanya seakan-akan seperti kepala-kepala setan.

Kemudian benda itu dikeluarkan dan dikatakan kepada beliau Saw., "Tidakkah engkau membalikkannya?" Rasulullah Saw. menjawab:

«أَمَّا اللَّهُ فَقَدْ شَفَانِي وَأَكْرَهُ أَنْ أُثِيرَ عَلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ شَرًّا»

Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkan diriku, dan aku tidak suka menimpakan suatu keburukan terhadap seseorang.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: