Surat Ar Rahman Ayat 55, Arab, Latin, Arti, Tafsir tentang Nikmat yang Didustakan
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Dikutip dari tafsir Kemenag, dalam ayat 55 Surat Ar Rahman ini, Allah SWT menantang manusia dan jin; nikmat manakah dari nikmat-nikmat yang telah mereka rasakan itu yang mereka dustakan.
Yang dimaksud dengan pendustaan nikmat-nikmat tersebut adalah kekafiran mereka terhadap Tuhan mereka, karena mempersekutukan tuhan-tuhan mereka dengan Allah.
Dalam peribadatan adalah bukti tentang kekafiran mereka terhadap tuhan mereka, karena nikmat-nikmat itu harus disyukuri, sedangkan syukur artinya menyembah yang memberi nikmat-nikmat kepada mereka.
Ayat tersebut diulang-ulang dalam surah ini 31 banyaknya untuk memperkuat tentang adanya nikmat dan untuk memperingatkannya.
Dari itu, sambil Allah menyebut satu per satu dari nikmat-nikmat tersebut Dia memisahkannya dengan kata-kata memperingati dan memperkuat tentang adanya nikmat-nikmat tersebut.