JAKARTA, iNews.id - Kandungan surat Yasin ayat 23-25 lengkap beserta bacaan Arab, latin, dan artinya patut untuk disimak. Surat Yasin adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an yang terdiri dari 83 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surat ini sering disebut sebagai jantungnya Al Quran karena kandungan surat ini dianggap memuat intisari dari Al-Qur'an.
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Oleh karena itu, surat Yasin sangat dianjurkan untuk diamalkan. Hal itu sebagaimana disampaikan Rasulullah dalam sebuah hadits berikut:
"Sesungguhnya segala sesuatu itu ada jantungnya, dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin. Aku ingin surah Yasin itu ada dihati setiap umatku." (HR. al-Bazzar).
Surat Yasin Ayat 78-79: Mudah Bagi Allah Menciptakan dan Membangkitkan Makhluknya Kembali
Kandungan Surat Yasin ayat 23 -25
Kandungan Surat Yasin ayat 23 -25 memuat argumen untuk membantah kaum yang menyembah makhluk-makhluk lain yang dekat dengan Allah SWT, seperti malaikat, jin, dan orang-orang suci dan berharap bahwa melalui perantara makhluk-makhluk itu bisa meraih kebajikan atau menangkis kemudharatan.
Berikut adalah teks bacaan Surat Yasin ayat 23-25 lengkap Arab, Latin, dan artinya Allah SWT berfirman:
Kandungan Surat Yasin Ayat 30-31 Lengkap dengan Tafsir
ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ
اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Teks Khutbah Jumat tentang Surat Yasin Ayat 65, Ketika Mulut Dikunci di Hari Kiamat
اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ
Latin: Aattakhidzu mingduunihii aalihatan iyyuridnirrahmaanu bidhurrillatughni 'annii syafaa'atuhum syaiyawwalaa yunqiduun
Innii idzallafii dholaalimmubiin
Innii aamangtu birabbikum fasma'uun
Artinya: Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku. ( QS Yasin : 23-25 )
Tafsir Surat Yasin ayat 23-25
Melansir dari Sindo yang mengutip laman Tafsir Al-Qura, ayat ini mengisahkan tentang ucapan pemuda mukmin yang disebutnya sebagai Habib an-Najjar.
Ia beriman kepada Allah SWT dan juga kepada para utusan, tujuannya hanyalah untuk meyakinkan kaumnya agar percaya dan beriman kepada Allah SWT.
Menurut Wahbah Zuhaili, dalam tafsir Al-Munir, kata ءَاَتَّخِذً adalah kata istifham yang menunjukkan keingkaran, kecaman, dan keengganan. Konteks ayat ini menegaskan pernyataan Habib yang berbicara dengan kaumnya;
“Aku tidak akan pernah menjadikan Tuhan selain Allah SWT apalagi sampai menyembahnya. Bagaimana mungkin aku melepas kehambahaanku dari Dzat yang berhak untukku sembah? Padahal, Dia-lah yang telah menciptakanku dan menjadikan fitrah kesucian (menyembah-Nya dari yang lain)."
"Sungguh itu tidaklah layak. Seandainya Dia (yang Maha Rahman) menghendaki kepadaku musibah, maka berhala-berhala itu tidak akan bisa menolongku. Karena sembahan itu tidak bekuasa atas sesuatu, tidak pula bisa memberi mudharat atau manfaat.”
Mengutip pendapat Thaba’thaba’i, ayat ini juga menjadi argumen untuk membantah kaum yang menyembah mahkluk-makhluk yang dekat dengan Allah SWT seperti malaikat, jin, dan orang-orang suci dengan harapan bahwa melalui perantara makhluk-makhluk itu, mereka bisa meraih kebajikan atau menangkis kemudharatan.
Sekalipun bisa memberi manfaat, maka itu adalah anugerah dari Allah SWT. Thaba’thba’i mengutip potongan QS Yunus: 3 yang berbunyi:
مَا مِنْ شَفِيْعٍ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اِذْنِهٖۗ
Artinya: Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya.
Selanjutnya, dikatakan kalau ia menyembah kepada selain Allah SWT, maka ia telah melakukan kesesatan yang nyata (fi dhalal al-mubin), seperti yang dilakukan oleh kaumnya.
Zuhaili menilai, kata ini sebagai penegasan bahwa ia tidak ragu kepada Tuhan yang diimani oleh para utusan itu. Ayat ke-25 menjelaskan ucapan lugas pemuda itu dalam mengimani Tuhan yang disembah oleh para utusan. Wallahualam bissawab
Editor: Komaruddin Bagja
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku