Terhitung pada manazil ke-28, akan ada peristiwa terputusnya orbit, yang memunculkan hilal. Bulan akan meredup, menua, bagai tandan tua termakan masa (kal ‘urjunil qadim) hingga lenyap, lalu lahir kembali menunaikan tugasnya.
Perjalanan hidup manusia diibaratkan mirip seperti bulan. Manusia beranjak tumbuh sedikit-demi sedikit, dari bayi, merangkak, berjalan, menjadi anak-anak, tumbuh remaja, hingga dewasa. Saat menua, kekuatan fisiknya akan menurun, keriput, membungkuk, lemah, lelap, dan menutup usia.
Matahari dan bulan adalah dua ciptaan Allah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Menurut Qurthubi, keduanya tercipta dari api yang kemudian dibungkus oleh cahaya. Matahari dibungkus oleh cahaya ‘Ars, sedangkan bulan dibungkus dari cahaya Kursiy.
Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menambahkan bahwa kata yanbaghi (يَنْبَغِيْ) awalnya bermakna “meminta sesuatu lalu memperolehnya”, proses ini kemudian melahirkan makna baru, yaitu “dapat atau mampu”.
Sehingga konteks ayat ini bisa dimaknai dengan ketidakmampuan bulan dan matahari untuk saling mendahului.