Surat Yasin Ayat 55-57 Tentang Kenikmatan Kehidupan di Surga, Ini Kesibukan Para Penghuninya

Rilo Pambudi · Rabu, 07 Desember 2022 - 21:53:00 WIB
Surat Yasin Ayat 55-57 Tentang Kenikmatan Kehidupan di Surga, Ini Kesibukan Para Penghuninya
Surat Yasin Ayat 55-57 tentang kenikmatan kehidupan di surga (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kandungan surat Yasin ayat 55-57 tentang kenikmatan kehidupan di surga dapat dijadikan pelajaran penuh hikmah. 

Dalam tiga ayat tersebut, dijelaskan betapa senangnya para penghuni surga atas kenikmatan yang diperoleh dari Allah Swt.

Surat Yasin adalah salah satu surat terpenting dalam Al Quran karena isi atau kandungannya yang nyaris lengkap. Terdiri dari 83 ayat, surat ke-36 dalam a Al Qur'an ini  mengandung intisari Al Quran.

Surat Yasin menjelaskan banyak hal mengenai tauhid, kekuasaan Allah terhadap segala hal, hari kebangkitan, surga dan neraka, keimanan kepada Allah, hingga tentang para nabi yang ditugaskan di bumi.

Dalam surat Yasin, ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang kehidupan di surga. Antara lain termaktub dalam ayat ke 55-57 yang menggambarkan betapa nikmatnya hidup di surga. Berikut adalah isi serta tafsirnya yang dilansir iNews.id, Rabu (7/12/2022).

Kandungan Surat Yasin Ayat 55-57 Arab, Latin, Arti, dan Tafsirnya

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

Latin: In Ashhaab al-jannati al-yawma fii syughulin faakihuun. 

Hum wa azwaajuhum fii zhilaalin ‘alaa al-araa‘iki muttaki‘uun. 

Lahum fiihaa faakihatun wa lahum maa yadda’uun.

Artinya: Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). 

Mereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. 

Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (QS. Yasin: 55-57)

Tafsir Surat Yasin Ayat 55-57

Pad ayat 55, dijelaskan bahwa penduduk surga nantinya akan sibuk dan bersenang-senang. Maksud dari kata bersenang-senang dan sibuk dijelaskan oleh Ar-Razi dalam tiga penafsirannya.

Pertama, para para penghuni surga akan disibukkan dengan berbagai kenikmatan surga, sehingga tidak merasakan huru-hara kiamat berupa hisab maupun azab.

Kedua, bahwa mereka sibuk melakukan aktivitas yang disukai lagi menyenangkan. 

Ketiga, bisa jadi para penghuni surga akan sibuk menerka-nerka kenikmatan seperti apa lagi yang akan mereka dapatkan, sebab kenikmatan surgawi yang datang selalu melebihi gambaran imajinasi mereka.

Selain penafsiran tersebut, Nawawi al-Bantani menyebutkan dua penafsiran lain. Menurutnya, kenikmatan yang menyibukkan itu adalah saling berkunjung antarsesama penghuni surga. 

Bisa juga berarti mereka sibuk bertamu kepada Allah dan melihat Allah secara langsung. Sebab bertemu dengan Allah adalah kenikmatan terbesar di akhirat kelak.

Ini seperti yang dijelaskan oleh Imam al-Qusyairi yang berpendapat bahwa surga dipenuhi dengan berbagai kenikmatan. Al-Qusyairi menjelaskan lebih rinci bahwa kenikmatan terbesar dan paling tinggi bagi para penghuni surga adalah dapat melihat langsung Allah SWT tanpa suatu penghalang apa pun.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah juga menjelaskan mengenai ayat ke-56. Menurutnya, meskipun para penduduk surga itu sibuk dengan berbagai kenikmatan akan tetapi kesibukan tersebut sama sekali tidak menjemukan mereka. 

Mengutip pendapat al-Thabathaba’i, Quraish Shihab menerangkan bahwa aktivitas di surga akan menjadikan para penghuninya tidak lagi melakukan aktivitas lain selain menikmati kenikmatan surgawi, apapun bentuknya.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda