Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rukun Puasa Ramadhan dan Hal yang Membatalkannya
Advertisement . Scroll to see content

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan, Umat Islam Wajib Tahu!

Senin, 06 Maret 2023 - 17:24:00 WIB
Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan, Umat Islam Wajib Tahu!
Rukun Puasa (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rukun puasa adalah hal-hal yang wajib ada saat menjalankan ibadah puasa. Sementara itu, syarat puasa harus dipenuhi sebelum orang tersebut melaksanakan ibadah puasa.

Bagi seorang muslim yang telah baligh dan berakal, mengetahui rukun dan syarat puasa adalah sebuah keharusan. Dengan demikian, ibadah puasa di bulan Ramadhan yang dilakukan menjadi sah sesuai hukum Islam.

Rukun puasa

1.Niat

Niat merupakan rukun puasa Ramadhan yang wajib dibaca pada malam hari sebelum masuk waktu subuh. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa.” (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i: 2293).

Adapun bacaan niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.

 نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ 

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaai fardhi syahri romadhooni haadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan pada tahun ini karena Allah.

Namun pada praktiknya, beberapa orang mengaku lupa atau ketiduran di malam harinya, sehingga tidak melafalkan bacaan niat. Untuk mengatasi hal tersebut, niat berpuasa Ramadhan selama sebulan penuh bisa diucapkan di awal bulan.

Berikut ini adalah niat puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.

2.Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.

Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkannya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi:

فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ 

Artinya: Maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba. (QS. al-Baqarah, 2: 187). 

Sementara itu, beberapa hal yang dapat membatalkan puasa adalah sebagai berikut.

-Sengaja memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut, hidung,  atau telinga.
-Sengaja muntah.
-Sengaja memasukkan benda atau obat melalui lubang kencing atau lubang anus.
-Haid.
-Nifas.
-Mengeluarkan air mani.
-Berhubungan intim.
-Gila.
-Murtad.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut