Tata Cara Puasa Syawal, Lengkap dengan Niat, Doa, Hukum, Keutamaan
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Hukum melakukan puasa syawal adalah sunnah dimana orang yang mengerjakan ibadah tersebut akan mendapatkan pahala dari Allah SWT dan tidak berdosa bagi yang tidak ingin atau tidak bisa menjalankan.
Meskipun demikian, puasa syawal yang hukum asalnya adalah sunnah bisa menjadi makruh jika dikerjakan oleh orang-orang yang masih memiliki hutang puasa Ramadan.
Selain itu, puasa syawal akan menjadi haram jika dikerjakan oleh orang yang meninggalkan puasa Ramadan tanpa uzur yang sesuai dengan syariat Islam.
Dengan begitu, Anda dianjurkan untuk menunaikan kewajiban terlebih dahulu sebelum mengerjakan ibadah sunnah.
Jika Anda memiliki hutang puasa dan mengganti atau meng-qadha di bulan Syawal, maka Anda akan tetap memperoleh keutamaan ibadah puasa di bulan Syawal.
Orang Islam yang mengerjakan puasa syawal akan mendapatkan berbagai keutamaan layaknya seseorang yang mengerjakan ibadah puasa selama satu tahun penuh.
Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Dengan demikian, puasa syawal bisa dikatakan sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Itulah tata cara puasa syawal beserta niat, doa, hukum, keutamaan.
Editor: Komaruddin Bagja