Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 23 Oktober 2026 Singkat Bikin Menangis: Karhutla dan Dosa Ekologis
Advertisement . Scroll to see content

Teks Khutbah Jumat 30 Oktober 2026 Singkat Menyentuh Hati: Karhutla dan Teguran Allah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55:00 WIB
Teks Khutbah Jumat 30 Oktober 2026 Singkat Menyentuh Hati: Karhutla dan Teguran Allah
Umat Islam khusyuk mendengarkan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

Lanjutan Khutbah Jumat Pertama

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Allah telah memberikan alam yang indah  kepada  manusia. Hutan menyediakan udara, menyimpan air, menjaga tanah dan menjadi tempat hidup berbagai makhluk. Tetapi ketika hutan dibakar sembarangan, ketika pohon ditebang tanpa memperhatikan kelestarian, ketika lingkungan diperlakukan hanya sebagai sumber keuntungan, keseimbangan alam dapat terganggu. 

Allah Swt. berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A‘rāf: 56).

Karena  itu, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan sosial. Ia juga merupakan bagian dari amanah agama.

Jemaah yang dirahmati Allah,

Kita sering menganggap air sebagai sesuatu yang tidak akan pernah habis. Keran dibuka begitu saja. Air dibiarkan mengalir ketika mencuci kendaraan. Sumur dipompa tanpa memperhatikan keadaan lingkungan. Sampah dibuang ke sungai, kemudian  ketika  banjir  atau  kekeringan  datang  kita  bertanya, mengapa keadaan semakin sulit?

Rasulullah SAW mengajarkan agar kita tidak berlebihan menggunakan air. Bahkan ketika berwudu, Nabi SAW tidak mengajarkan pemborosan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi SAW melewati Sa’d yang sedang berwudu, lalu Rasulullah bersabda:  Sa’d  bertanya, “Apakah  dalam  wudu  juga  ada pemborosan?” Beliau menjawab: Ya, sekalipun engkau  berada  di sungai yang mengalir.”(HR. Ibnu Majah).

Lihatlah, jemaah sekalian. Ketika air melimpah pun Rasulullah mengajarkan agar tidak boros. Apalagi ketika saudara-saudara kita sedang mencari air untuk minum, memasak, mandi, memberi minum ternak, dan mengairi sawah. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kebakaran hutan dan kekeringan seharusnya membuat kita semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh. Ketika langit belum menurunkan hujan, mungkin Allah sedang mengajarkan kepada kita arti sebuah tetes air. Ketika tanah menjadi  kering, mungkin  Allah  sedang  mengingatkan  bahwa  selama  ini  kita terlalu    sering    melupakan    nikmat-Nya.

Ketika sumber air mengecil, mungkin Allah sedang mengajarkan bahwa sesuatu yang selama ini kita anggap biasa ternyata merupakan karunia yang luar biasa. Maka jangan hanya meminta hujan turun. Mintalah juga agar hati kita diturunkan hujan rahmat. Jangan hanya berharap tanah kembali basah.

Berharaplah agar hati kita kembali lembut setelah sekian lama mengeras oleh dosa. Jangan hanya takut melihat hutan terbakar. Takutlah  ketika dosa-dosa kita terus membakar kehidupan kita,  sementara  kita  tidak  pernah  merasa perlu bertobat. Allah berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami  akanmelimpahkan  kepada  mereka  berkah  dari  langit  dan bumi. Tetapi mereka mendustakan, maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. Al-A’raf: 96)

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut