Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Semangka Ternyata Baik untuk Jantung, Kandungan Ini Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata, Kesepian Bisa Picu Penyakit Jantung

Kamis, 01 Februari 2018 - 19:00:00 WIB
Ternyata, Kesepian Bisa Picu Penyakit Jantung
Kesepian dapat memicu penyakit hati dan jantung. (Foto: Ilustrasi/PublicHealth)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Setiap orang memang memiliki kadar kesepiannya masing-masing. Namun, rasa kesepian yang kronis dapat merusak hati dan jantung Anda, secara harfiah. Bukan cuma sekadar kalimat bermakna ganda.

Sebab, sejumlah penelitian menemukan, risiko kesepian rupanya sebanding dengan yang ditimbulkan oleh kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan bahkan merokok. Di mana faktor-faktor tadi adalah penyebab dari penyakit jantung.

Tetapi ada penelitian lain mengungkap jika kesepian tak langsung menyebabkan penyakit jantung. Melainkan dengan kaitan antara kesepian dan gaya hidup tak sehat seperti minum minuman alkohol, kurang olahraga, sering berdiam diri, dan merokok.

Namun, menurut John Cacioppo, PhD, seorang profesor psikologi di University of Chicago, kesepian di sini bukan berarti perasaan nyaman ketika sendiri atau memiliki jumlah teman sedikit. Tetapi lebih ke kualitas hubungan sosial mereka dan perasaan stres dari hal tersebut.

"Otak orang kesepian sangat waspada terhadap ancaman sosial," kata Cacioppo seperti dikutip dari Health, Kamis (1/2/2018). Dalam studi, sambung dia, orang yang kesepian juga telah terbukti memiliki kadar kortisol yang lebih tinggi.

Kadar kortisol ini lebih dikenal dengan sebutan hormon stres, sebab kortisol biasanya diproduksi lebih banyak saat kita sedang mengalami stres. "Dan keadaan stres yang terus-menerus ini menghasilkan "keausan" yang dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular," lanjutnya.

Sebelumnya, pada 1990-an, ada tim peneliti Swedia yang mewawancarai hampir 1.300 pasien yang akan menjalani operasi bypass arteri koroner. Pasien diminta untuk menanggapi "ya" atau "tidak" terhadap 38 pernyataan mengenai kesehatan mental dan fisik.

Hasilnya, pasien yang mengatakan bahwa mereka merasa kesepian, 2,5 kali lebih mungkin meninggal dalam 30 hari setelah operasi daripada mereka yang tidak.

Dukungan atau supporting system memang dapat digolongkan sebagai salah satu faktornya. Namun, setengah dari mereka yang mengaku kesepian rupanya telah berstatus menikah atau tinggal bersama orang lain.

Editor: Nanang Wijayanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut