Angkat Budaya Indonesia, Desainer Karina Ayu Pamerkan Kebaya Terbaiknya di Pernikahan
“Kebaya bermotif rumah joglo terinspirasi rumah eyang dari Papa saya yang asli Jawa,” ujar Karina dalam keterangan persnya dilansir Rabu (13/7/2022).
Kebaya merah muda dengan kerudung berenda dipilih saat acara pengajian. Dia menekankan detail dan karakter dengan bertebarannya manik-manik dan payet yang tertata indah melapisi kebaya maupun tepi kerudung.
Meski kebaya-kebaya karyanya berkarakter klasik tradisional, namun desain Karina terkesan modern dan mewah, serta membuat pemakainya terlihat anggun.
“Kalau style aku sendiri pasti ada klasiknya. Jadi kalau kebaya, ya tetap kebaya klasik tapi detailnya modern,” kata perempuan yang mendapat beasiswa S-2 dari Istituto Marangoni Milan melanjutkan studi ke Istituto Marangoni London ini.
Diketahui, Karina melepas masa lajangnya setelah dipersunting Denny Aprilian Aswinata, seorang pebisnis. Akad nikah dan resepsi pernikahan dilakukan di Sampoerna Strategic Square Jakarta pada Minggu (10/7/2022). Gaun bergaya perpaduan Indonesia dan Eropa dia pilih saat resepsi.
“Tema resepsi malam menyatukan dua budaya, yakni nusantara dan internasional dengan pertimbangan utama menyesuaikan dengan interior gedung Sampoerna yang klasik Eropa, khususnya area akad lengkap dengan dekorasinya yang terlukis dengan embroidery dan embellishment di detail belakang bajunya,” ujar pemilik butik Karina Ghimas ini.
Sebagai desainer muda kreatif, Karina telah menyabet berbagai penghargaan internasional. Salah satunya Designer of The Year 2018 pada Fashion Design Award 2018 yang digelar Istituto Marangoni dan diikuti seluruh cabang kampus Istituto Marangoni yakni Milan, Paris dan London.
Editor: Dani M Dahwilani