Bersepeda Menjadi Tren Positif di Tengah Pandemi Covid-19

Tuty Ocktaviany ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 09:00 WIB
Bersepeda Menjadi Tren Positif di Tengah Pandemi Covid-19

Bersepeda menjadi tren positif di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Kredivo)

JAKARTA, iNew.id - Patut disadari bahwa kesehatan dan kebugaran tubuh adalah pondasi dari terhindarnya berbagai macam penyakit. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, gaya hidup sehat dan olahraga teratur menjadi cara menjaga kesehatan, kebugaran dan daya tahan tubuh.

Namun, kegiatan olahraga di tengah pandemi Covid-19 juga mengalami perubahan, mulai dari melakukan yoga, zumba serta senam dari YouTube, hingga tren yang sedang booming saat ini, yaitu bersepeda. Bukan hanya di Indonesia saja, sepeda juga digemari oleh orang-orang di seluruh dunia. Bahkan saat ini, sepeda menjadi salah satu gaya hidup sehat yang begitu populer di tengah pandemi.

Bila Anda ke luar rumah ketika pagi atau malam hari, terutama saat akhir pekan, pasti banyak sekali yang bersepeda di jalan raya. Berbagai jenis sepeda, seperti sepeda lipat pun kini laris manis di pasaran. Bahkan, ada pula yang kini memilih sepeda untuk menggantikan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil sebagai alat transportasi ke berbagai tempat.

Selain itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dicanangkan pemerintah dua bulan terakhir menjadi alasan yang kuat mengapa tren bersepeda melejit ketika pandemi. Mereka memilih bersepeda untuk mengusir rasa jenuh di rumah dibandingkan mengunjungi mal atau pusat kerumunan.

Selain itu, masyarakat juga memilih bersepeda karena dianggap aman, ramah lingkungan dan terjangkau. Hal ini karena dengan bersepeda mereka bisa mendapatkan udara segar dan bersih.

Pemprov DKI Jakarta mendukung aksi positif ini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengutamakan transportasi sepeda serta berjalan kaki terkait mobilitas penduduk saat PSBB transisi. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta mengatur perihal fasilitas bagi pesepeda.

Pemprov DKI Jakarta mewajibkan perkantoran dan pusat perbelanjaan menyediakan parkir khusus sepeda. Aturan ini juga berlaku di terminal, pelabuhan, bandara, serta stasiun kereta api. Kewajiban ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta bernomor 105 Tahun 2020 tentang pengendalian sektor transportasi untuk Pencegahan Covid-19 pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.

Selain menjadi alternatif transportasi di tengah pandemi, bersepeda juga menyehatkan serta bisa mengurangi penyebaran virus karena Anda tidak menggunakan transportasi umum. Namun bila Anda ingin membeli sepeda dengan tujuan ingin badan menjadi lebih sehat, jangan sampai keuangan Anda yang tidak sehat.

Sebab, membeli sepeda termasuk investasi kesehatan juga. Anda tidak hanya memakai sepeda ketika masa pandemi Covid-19 saja. Bersepeda sangat baik untuk kesehatan dalam keadaan apa pun. Oleh karena itu, bila Anda ingin membeli sepeda, sangat disarankan untuk membeli yang sedikit lebih mahal agar bisa bertahan lebih lama.

Mahal di sini juga jangan Anda artikan akan membeli sepeda dengan harga belasan atau puluhan juta ya. Beli sepeda sesuaikan dengan anggaran yang Anda bisa capai saja. Contoh, bila Anda memiliki gaji Rp5 juta sebulan, berarti Anda bisa menyisihkan uang sebanyak 20 persen untuk membeli sepeda selama tiga bulan ke depan.

Anda bisa memanfaatkan pinjaman dana dari Kredivo yang bisa Anda gunakkan untuk membeli sepeda di E-commerce pilihan Anda. Dengan bunga yang sangat kompetitif, yaitu hanya 2,95 persen per bulan dan limit hingga Rp30 juta. Anda bisa menikmati pinjaman dana tunai hingga kredit online di 350+ E-commerce di Indonesia.

Selain itu, cara pendaftaran Kredivo yang mudah. Hanya dalam genggaman tangan saja, membuat Anda tidak perlu ke toko sepeda. Dengan Kredivo, Anda bisa membeli sepeda dengan berbagai macam layanan cukup dari rumah aja.

Bersepeda harus tetap ikuti protokol kesehatan

Pada hakikatnya, bersepeda pasti mempunyai tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh. Agar niat itu tercapai dengan baik, maka bersepeda di tengah pandemi seperti sekarang wajib hukumnya untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

Pemakaian masker, membawa hand sanitizer, membawa minuman sendiri, melakukan physical distancing dan disarankan untuk bersepeda sendiri, bukan bergerombolan. Sebab di luar sana, virus corona masih diam-diam menginfeksi. Alih-alih ingin sehat, bila tidak mengikuti protokol kesehatan malah pulang membawa virus.

Jangan diabaikan, selalu taat protokol kesehatan, ya!

Editor : Tuty Ocktaviany