Bertemu Jokowi, Reza Rahardian hingga Marcella Zalianty Bahas Soal Industri Film yang Lesu

Pernita Hestin Untari ยท Selasa, 09 Maret 2021 - 18:27:00 WIB
Bertemu Jokowi, Reza Rahardian hingga Marcella Zalianty Bahas Soal Industri Film yang Lesu
Presiden Joko Widodo merespon surat terbuka para pelaku industri film. (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo merespons surat terbuka para pelaku industri film. Jokowi mengundang produser film Manoj Punjabi, aktor Reza Rahardian, aktris Marcella Zalianty, hingga Dian Sastrowardoyo ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

"Jadi tadi isinya lebih ke diskusi menyampaikan apa-apa aja permasalahan di dunia film Indonesia, saat ini bioskop kondisinya seperti apa. Dan apa yang harus sebaiknya dilakukan untuk merespon kondisi tersebut," tutur Reza di halaman Istana Negara, Selasa (9/3/2021).

Reza mengaku bersyukur pemerintah cepat memberikan responnya terkait kekhawatiran para insan film di tengah pandemi COVID-19 sekarang ini. Di mana kondisi bioskop saat ini masih memprihatinkan meski sudah dibuka dengan kapasitas 50 persen. 

Marcella yang ikut hadir dalam diskusi menyampaikan para insan film saat ini sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan intensif atau stimulus terhadap industri film Indonesia.

Tak hanya itu, dia juga meminta pemerintah untuk dapat mendorong film Indonesia agar menjadi program strategis nasional. Pasalnya film Indonesia menjadi wajah bangsa yang harus dijaga. 

"Nah sekarang bagaimana pemerintah memberikan dukungannya dan kita yakin apabila pemerintah hadir memberikan kebijakan yang strategis, Insya Allah ke depannya film indo bisa bangkit lagi," katanya.

Terlebih, menurut Marcella dikondisi sulit seperti ini para insan film masih gigih untum terus berkarya dengan menelurkan film terbaru. Tak hanya itu, Marcella bersama insan perfilman lain juga turut menyoroti pembajakan yang marak terjadi di masa pandemi sekarang ini.

"Kita meminta agar ada dukungan law enforcement yang lebih tegas lagi terhadap pembajakan dan juga ditinjau kembali UU pembajakan yang mana adanya perubahan dari UU Hak Cipta dari delik aduan menjadi delik biasa. Kita sarankan untuk dikembalikan delik biasa agar adanya peran aktif dari negara dan aparat untuk menindak pelaku pembajakan," tuturnya.

Editor : Dyah Ayu Pamela