Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terapi Pencegahan TBC di Jakarta Naik 26 Persen, Kemenkes Soroti Pelacakan Kontak Erat
Advertisement . Scroll to see content

Cegah TBC Sebelum Sakit, Kemenkes Ungkap Tantangan Pelacakan di Jakarta

Jumat, 06 November 2026 - 22:55:00 WIB
Cegah TBC Sebelum Sakit, Kemenkes Ungkap Tantangan Pelacakan di Jakarta
Upaya mencegah penularan tuberkulosis (TBC) di Jakarta masih menghadapi tantangan, terutama dalam melacak orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Upaya mencegah penularan tuberkulosis (TBC) di Jakarta masih menghadapi tantangan, terutama dalam melacak orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Padahal, mereka yang berisiko tertular perlu segera mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak berkembang menjadi penderita TBC.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat cakupan pemberian TPT di DKI Jakarta meningkat hingga lebih dari 26 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dua hingga tiga tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5 persen.

Meski menunjukkan kemajuan, pemerintah menilai penguatan pencegahan masih menjadi pekerjaan penting untuk memutus rantai penularan TBC. Pengobatan pasien yang sudah sakit perlu berjalan beriringan dengan pelacakan kontak erat dan pemberian obat pencegahan.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, selama ini penanganan TBC di Indonesia relatif baik dalam aspek pengobatan. Namun, pencegahan agar orang yang terpapar tidak berkembang menjadi penderita masih perlu diperkuat.

“Selama ini kita cukup baik dalam mengobati pasien TBC. Tantangan kita adalah pencegahan. Jika ditemukan kontak erat yang berisiko tertular, mereka harus segera dilacak dan diberikan obat pencegahan, sementara pasien yang sudah sakit langsung diobati. Dengan begitu, kasus baru bisa dicegah sebelum berkembang menjadi penyakit,” ujar Benjamin dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (6/11/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut