Dilaporkan Lakukan Akses Ilegal, Sarwendah Klaim Kantongi Izin Sebar Video Call Ruben Onsu
"Sehingga secara sah dokumen elektronik ataupun informasi elektronik yang diunggah oleh klien kami, Sarwendah, itu adalah milik seseorang yang sah karena dia rekam juga menggunakan HP miliknya. Lalu ada yang bertanya, 'Wah itu pelanggaran ITE.' ITE-nya dari mana? Coba baca dulu Pasal 32, melakukan transmisi milik orang lain. Pertanyaannya, milik siapa? Milik saudara Y karena dia rekam pakai handphone-nya sendiri," tegas Pablo.
Dia turut menepis anggapan video tersebut telah diedit untuk memanipulasi isi percakapan. Pablo menjelaskan, perubahan yang dilakukan hanya berupa penyamaran wajah Y menggunakan efek blur sesuai permintaan pemilik rekaman.
"Kalau katanya itu adalah editan, itu hanyalah blur. Editannya adalah memblur wajah seseorang di bawah yang sedang berkomunikasi, dan itu atas permintaan saudara Y. Tapi kalau dari pihak RO menginginkan itu dipublikasi secara umum, silakan disampaikan saja. Mungkin nanti saudara Y bisa saja berubah pikiran untuk tidak memblur wajahnya dan memberikan rekaman secara lengkap," katanya.
Terkait dugaan pencemaran nama baik, Pablo mempertanyakan bagian percakapan yang dianggap merugikan reputasi Ruben. Dia berpendapat, isi video tersebut tidak memperlihatkan adanya ucapan yang menghina atau merendahkan martabat mantan suami Sarwendah itu.
"Kalau kita bicara pencemaran nama baik, tentunya ada sesuatu hal yang membuat martabat dia jatuh di dalam video tersebut. Pertanyaannya, bagian manakah yang terlihat bahwa saudara RO mengalami cedera terhadap nama baiknya? Kalau memang dia merasa, ayo masyarakat bantu untuk memberitahu bagian mana yang katanya nama baiknya tercela," ucap Pablo.
Pablo pun meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai berbagai narasi yang berkembang terkait persoalan tersebut. Dia mengingatkan publik agar mencermati informasi secara menyeluruh dan tidak terpengaruh pemberitaan yang dinilainya simpang siur.
"Jadi menurut saya jangan buat berita secara simpang siur hanya untuk memperbaiki nama dan citra. Kita ini orang yang pintar, netizen sudah pintar, jangan mau teralihkan oleh isu-isu yang didramatisir agar terlihat seseorang itu adalah korban," ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani