Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Klarifikasi Lengkap Aisar Khaled usai Dipolisikan Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU
Advertisement . Scroll to see content

Dipolisikan Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU, Aisar Khaled: Bismillah Aku Kuat

Jumat, 18 September 2026 - 15:15:00 WIB
Dipolisikan Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU, Aisar Khaled: Bismillah Aku Kuat
Aisar Khaled dipolisikan atas kasus dugaan penipuan dan TPPU. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Influencer MalaysiaAisar Khaled akhirnya angkat bicara setelah dipolisikan atas dugaan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan kewajiban mencapai Rp5,7 miliar. Di tengah tudingan tersebut, dia memilih menunjukkan sikap tegar.

Aisar Khaled tak banyak membahas laporan polisi yang menyeret namanya. Dia justru mengungkapkan isi hati melalui unggahan di media sosial, mulai dari tekanan yang dirasakan hingga orang-orang yang disebutnya ingin melihat dirinya jatuh.

“Terluka bukan berarti kalah. Aku mungkin bisa dipatahkan, tetapi aku akan selalu mencari cara untuk bangkit kembali,” tulis Aisar, dikutip Jumat (18/9/2026).

Aisar bahkan menegaskan dirinya tidak akan menyerah meski sedang berada dalam situasi sulit.

“Kalian boleh berharap aku jatuh, tetapi jangan pernah berharap aku menyerah.”

Unggahan tersebut kemudian ditutup dengan kalimat singkat yang menunjukkan tekad Aisar menghadapi persoalan yang tengah membelitnya.

“Bismillah aku kuat,” tulisnya.

Sebelum sampai pada pernyataan tersebut, Aisar lebih dulu menyinggung perjalanan hidupnya sebagai anak rantau dari Malaysia yang datang ke Indonesia.

“Perjalanan seorang anak rantau dari Malaysia ke Indonesia,” tulis Aisar.

Dia mengaku menyadari tidak semua orang menyukai dirinya. Bahkan, ada pihak yang disebutnya menunggu saat dirinya berada dalam kondisi lemah.

“Banyak orang ingin melihat aku jatuh. Mereka menunggu saat aku lemah, berharap aku gagal, bahkan mungkin merasa bahagia ketika melihat aku terluka,” tulisnya.

Aisar juga menyentil orang-orang yang menurutnya datang dengan senyum, tetapi justru menjatuhkannya dari belakang.

“Ada yang datang membawa senyum, tetapi di belakangku mereka menjatuhkan,” lanjut Aisar.

“Ada yang mengaku teman, tetapi diam-diam menjadi orang yang paling ingin melihatku hancur.”

Aisar Tak Ingin Balas Orang yang Menyakitinya

Meski merasa mendapat tekanan, Aisar mengatakan dirinya tidak ingin sibuk membalas orang-orang yang pernah menyakitinya.

“Ketika suatu hari aku berhasil berdiri lebih kuat dari sebelumnya, aku tidak akan sibuk membalas siapa pun,” katanya.

Bagi Aisar, perjuangan untuk bangkit jauh lebih penting daripada membalas perlakuan orang lain.

Dia juga menyinggung dukungan yang selama ini diterimanya di Indonesia. Menurut Aisar, meski ada orang yang membencinya, masih banyak masyarakat Indonesia yang menerima kehadirannya.

“Ribuan orang membenciku tetapi aku percaya jutaan manusia di Indonesia senang dengan kehadiran diriku,” tulisnya.

“Aku cuman seorang anak dari negara Malaysia ingin berkongsi kebahagiaan di Indonesia,” katanya.

Aisar Khaled Dipolisikan Dugaan Penipuan dan TPPU

Sebelumnya, Aisar dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sebuah agensi asal Indonesia. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan TPPU dengan sisa kewajiban yang disebut mencapai sekitar Rp5,7 miliar.

Kuasa hukum pelapor menyebut Aisar dilaporkan berdasarkan Pasal 492, Pasal 486, serta Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pihak pelapor juga mengaku telah melayangkan tiga kali somasi, tetapi tidak mendapatkan respons.

Hingga pernyataan terbaru itu disampaikan, Aisar belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai duduk perkara maupun menjawab tudingan dugaan penipuan dan TPPU tersebut. Dia memilih menyampaikan pesan tentang tekanan, perjuangan, dan tekadnya untuk tetap bertahan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut