Djaduk Ferianto Berpulang, Mus Mujiono: Saya Sangat Terpukul dan Kaget

Siska Permata Sari ยท Rabu, 13 November 2019 - 19:42 WIB
Djaduk Ferianto Berpulang, Mus Mujiono: Saya Sangat Terpukul dan Kaget

Djaduk Ferianto meninggal dunia. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Industri hiburan baru saja kehilangan sosok seniman, aktor, musikus dan sutradara. Gregorius Djaduk Ferianto telah meninggal dunia pada usia 55 tahun di Bantul, Yogyakarta.

Djaduk telah berkiprah di belantika musik Indonesia sejak era 1970-an dan masih aktif dalam mengurus event-event musik jazz. Sehingga sosok seniman asal Yogyakarta ini tentunya memiliki posisi yang spesial di hati para musisi maupun seniman.

Mus Mujiono, salah satu musisi yang berada dalam satu era dengan Djaduk, mengatakan sangat terpukul dan kaget saat mengetahui kabar meninggalnya seniman kelahiran Yogyakarta tersebut. Padahal, dia baru saja bertemu dengan Djaduk satu minggu lalu, dalam sebuah event musik, Bangka Jazz.

"Saya sangat terpukul dan kaget. Padahal, satu minggu kemarin ada Bangka Jazz Festival. Saya ketemu beliau, cerita ngalor ngidul sama beliau,” tutur Mus Mujiono saat ditemui di acara konferensi pers event musik 'Hip Hip Hura Hura' di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Mus Mujiono kembali mengatakan, “Nanti tanggal 16 juga ada Ngayogjazz, dia juga yang koordinasi, dan mereka itu sangat terpukul juga, jadi beberapa hari (Ngayogjazz) mau diselenggarakan, beliaunya sudah nggak ada."

Dia menilai, sosok Djaduk adalah seorang seniman tulen yang mampu mempersatukan musisi-musisi jazz Tanah Air dalam sejumlah event yang dikoordinir olehnya, termasuk Ngayogjazz. Bagi Mus, Djaduk adalah pejuang dalam eksistensi musik jazz di Indonesia.

"Dia seorang seniman yang tulen. Dia bisa mencakup menaungi beberapa musisi jazz di Tanah Air sehingga menjadi satu, menjaga eksistensi musik jazz, dia termasuk salah satu pejuangnya. Jadi, dia bisa menyatukan, mengkoordinir beberapa event jazz. Bayangkan, Indonesia punya 90 sekian event jazz dan tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia," kata pelantun lagu 'Arti Kehidupan'.

Dia menceritakan, Djaduk meninggal dunia lantaran penyakit jantung. Sebab saat bertemu pada sekira satu minggu lalu, Djaduk masih tampak sehat.

"Masih sehat (waktu ketemu). Justru saya tadi subuh kaget sekali kenapa secepat itu, enggak tahunya jantung. Memang umurnya, Tuhan berkehendak lain. Sebetulnya, dia masih diharapkan oleh musisi-musisi kita untuk menyemarakkan musik jazz di Tanah Air," ucapnya.


Editor : Tuty Ocktaviany