Djaduk Ferianto Berpulang, Mus Mujiono: Saya Sangat Terpukul dan Kaget
Dia menilai, sosok Djaduk adalah seorang seniman tulen yang mampu mempersatukan musisi-musisi jazz Tanah Air dalam sejumlah event yang dikoordinir olehnya, termasuk Ngayogjazz. Bagi Mus, Djaduk adalah pejuang dalam eksistensi musik jazz di Indonesia.
"Dia seorang seniman yang tulen. Dia bisa mencakup menaungi beberapa musisi jazz di Tanah Air sehingga menjadi satu, menjaga eksistensi musik jazz, dia termasuk salah satu pejuangnya. Jadi, dia bisa menyatukan, mengkoordinir beberapa event jazz. Bayangkan, Indonesia punya 90 sekian event jazz dan tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia," kata pelantun lagu 'Arti Kehidupan'.
Dia menceritakan, Djaduk meninggal dunia lantaran penyakit jantung. Sebab saat bertemu pada sekira satu minggu lalu, Djaduk masih tampak sehat.
"Masih sehat (waktu ketemu). Justru saya tadi subuh kaget sekali kenapa secepat itu, enggak tahunya jantung. Memang umurnya, Tuhan berkehendak lain. Sebetulnya, dia masih diharapkan oleh musisi-musisi kita untuk menyemarakkan musik jazz di Tanah Air," ucapnya.
Editor: Tuty Ocktaviany