Ini 5 Langkah Kemenakertrans Cegah Virus Korona Wuhan di Indonesia

Siska Permata Sari ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 17:42 WIB
Ini 5 Langkah Kemenakertrans Cegah Virus Korona Wuhan di Indonesia

Pengecekan kesehatan WNI dari China di Natuna. (Foto: iNews.id/Kemenkes)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) turut mengupayakan langkah pencegahan penyebaran novel coronavirus (2019-nCoV) atau virus korona Wuhan. Pihaknya menyebut ada 40.357 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang saat ini berada di Indonesia, per 3 Februari 2020.

“Tenaga kerja asing yang sudah ada di Indonesia jumlahnya 40.357 orang asal Tiongkok per 3 Februari. Untuk pengendalian di Indonesia, terkait TKA-nya dilakukan pembinaan K3 dalam hal pencegahan novel coronavirus,” kata Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan Dr Maptuha di konferensi pers Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Dia mengungkapkan ada lima langkah upaya pencegahan virus korona Wuhan yang dilakukan Kemenakertrans.

"Pemegang KITAS yang saat ini sedang liburan Imlek di negaranya akan diberikan reentry permit untuk dapat kembali kerja di Indonesia, tentunya dengan tetap melalui proses screening saat tiba di bandara Indonesia. Dan flight kembalinya ke Indonesia, tidak dapat langsung dari Tiongkok melainkan melalui negara-negara transit dalam hal ini Hong Kong, Singapura dan lain-lain," kata Dr Maptuha.

Berikut lima upaya pencegahan yang dilakukan Kemenakertrans:

1. Melakukan peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), khususnya kesehatan kerja dalam upaya pencegahan penyebaran novel coronavirus.

2. Meningkatkan peran panitia pembina K3 di perusahaan-perusahaan dalam upaya pencegahan penyakit di tempat kerja melalui deteksi dini dan pengendalian faktor bahaya di tempat kerja.

3. Meningkatkan peran pelayanan kesehatan kerja dan dokter perusahaan untuk dapat mengantisipasi penyebaran virus korona di tempat kerja.

4. Membuat surat edaran terkait pembinaan pengawasan ketenagakerjaan yang ditujukan kepada kepala dinas yang membidangi pengawasan ketenagakerjaan provinsi dan seluruh pembinaan di perusahaan Indonesia.

5. Menerbitkan buku panduan dalam menghadapi pandemi influenza yang dapat diterapkan dalam mengahadapi kasus novel coronavirus di tempat kerja.


Editor : Tuty Ocktaviany