Jerhemy Owen Ungkap Kondisi Memprihatinkan Warga Kalimantan, Kabut Asap, Kekeringan hingga Picu Muntaber
Tak hanya persoalan air bersih, Owen turut memperlihatkan sejumlah potret kondisi langit di Kalimantan yang diselimuti kabut asap. Dalam foto yang dibagikan, langit terlihat berubah menjadi kuning hingga oranye akibat pekatnya asap.
Owen juga membagikan hasil pengukuran partikel halus PM2.5 yang disebutnya menyentuh angka 3.000 lebih di Kalimantan Tengah. Dia membandingkan angka tersebut dengan standar yang disebutnya sebagai batas normal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Hari ini kualitas udara Kalteng sentuh level 3000++ untuk PM2.5 nya... standar normal WHO di bawah 35.... artinya ini 100x lipat,” beber Owen.
Baca juga: [Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh]
Menurut Owen, kondisi tersebut sangat memprihatinkan, terlebih masyarakat setempat harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kabut asap selama berbulan-bulan.
Dia mengaku baru empat hari berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tetapi sudah merasakan dampak berupa sesak napas dan batuk. Pengalaman itu membuatnya membayangkan betapa berat kondisi yang harus dihadapi warga yang telah berbulan-bulan terpapar kabut asap.
“Baru 4 hari di Palangka Raya udah sesak dan batuk". Gak kebayang warga di sini 4 bulan dalam kondisi gini. Cepat pulih semua. Jaga kesehatan ya,” tulis Owen.
Owen berharap kondisi di Kalimantan segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan udara yang lebih bersih dan akses air bersih yang memadai. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang memprihatinkan tersebut.
Editor: Dani M Dahwilani