Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Perketat Aturan Visa, Pengidap Diabetes hingga Obesitas bakal Ditolak Masuk AS
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Obesitas di Indonesia Meroket, Darurat Kesehatan!

Jumat, 28 November 2025 - 19:22:00 WIB
Kasus Obesitas di Indonesia Meroket, Darurat Kesehatan!
Kasus obesitas di Indonesia semakin tinggi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Diet Cepat Tidak Efektif, Ini Faktanya!

Diet yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu singkat biasanya hanya mengurangi cairan dan massa otot, bukan lemak. Tubuh juga akan menganggap keadaan ini sebagai 'krisis energi', sehingga metabolisme melambat.

Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, hormon terganggu, dan berat badan cepat naik kembali setelah diet dihentikan (efek yo-yo). 

"Penurunan yang sehat itu stabil dan berkelanjutan, bukan cepat tapi berisiko," ujar dr Ingrid. 

Diet sehat harus bisa dijalankan jangka panjang, mengutamakan keseimbangan nutrisi, dan disertai aktivitas fisik teratur. Selain itu, obesitas bisa diatasi dengan:

- Makan teratur dengan porsi sesuai kebutuhan
- Perbanyak sayur dan serat untuk rasa kenyang lebih lama
- Batasi makanan dan minuman manis
- Kunyah makanan minimal 32 kali
- Batasi garam hingga 1 sendok teh per hari
- Baca nutrition facts sebelum membeli produk kemasan
- Olahraga minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, bersepeda, senam)
- Tambahkan latihan kekuatan otot 2–3 kali seminggu.

"Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak bertahan lama," tambah dr Ingrid.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut