Kisah Devi Dja, Artis Indonesia Pertama yang Tembus Hollywood Berawal dari Pengamen Jalanan

Siska Permata Sari · Senin, 20 September 2021 - 11:45:00 WIB
Kisah Devi Dja, Artis Indonesia Pertama yang Tembus Hollywood Berawal dari Pengamen Jalanan
Devi Dja (kanan) dikenal sebagai seniwati Indonesia yang memulai karier dari pengamen. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Nama Devi Dja telah menjadi legenda di industri hiburan dan kesenian Tanah Air. Kiprahnya sebagai seorang seniwati yang memperkenalkan Indonesia ke mata dunia terbilang sangat panjang dan berliku.

Nama kecilnya adalah Misri, sebelum dia mengganti namanya menjadi Sutidjah. Dia lahir di Besuki, Situbondo, pada 1 Agustus 1914. Melansir dari situs resmi Jakarta, Senin (20/9/2021), masa kecil Sutidjah dihabiskan di lingkungan masyarakat miskin pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Saat itu, dia kerap ikut kakeknya, Pak Satiran dan neneknya, Bu Sriatun, untuk berkeliling mengamen dan memetik siter.

Kiprahnya di panggung kesenian baru bermula ketika dia beranjak remaja. Saat itu, dia bertemu dengan Willy Klimanov alias Piedra yang tertarik dengan Sutidjah, dan mengajaknya bermain di rombongannya yang kemudian dikenal dengan Dardanella. 

Tak hanya ikut rombongan teater, Sutidjah juga akhirnya menjadi istri Piedra. Saat di Dardanella dia memulai kariernya dengan belajar memainkan peran-peran kecil. Di sana, dia juga mulai belajar membaca dan menulis latin. Tak membutuhkan waktu lama, dua tahun tergabung di Dardanella, nama Sutidjah sudah mulai bersinar.

Pada usia 17 tahun, Sutidjah dan rombongan Dardanella pertama kali pentas di luar negeri. Dardanella adalah rombongan teater Indonesia pertama yang menyeberang ke luar negeri. Mulai dari Singapura, China, dan India. Rombongan teater ini juga tampil di Turki, Paris, Maroko, Jerman, hingga New York.

Di New York rombongan teater ini berganti nama menjadi Devi Dja's Bali and Java Cultural Dancers. Namun, di kota itu pula terjadi konflik antara Sutidjah dan Dardanella sehingga membuatnya hengkang dari rombongan teater yang membesarkan namanya itu.

Editor : Elvira Anna

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: