Koleksi Khayae di IFW 2026 Hadirkan Keindahan Velvet Berpadu dengan Payet Jadul
"Ternyata yang bisa menginterpretasikan tema ini adalah velvet. Warnanya dalam, punya karakter yang kuat, dan sejak dulu juga identik dengan busana kerajaan di Eropa maupun Asia," jelasnya.
Namun, memilih velvet berarti menerima tantangan yang tidak ringan. Ya, material tersebut membutuhkan perlakuan khusus sejak proses menjahit hingga pressing. Kesalahan sedikit saja dapat membuat kilau alami velvet hilang.
"Kesulitannya ada di bahan. Velvet itu tidak bisa di-press sembarangan. Kalau temperatur tidak tepat, kilaunya bisa mati," ungkap Silvia.
Di balik setiap detail payet pada koleksi ini, tersimpan cerita lain yang jauh lebih menyentuh.
Khayae memilih memberdayakan perempuan dari berbagai usia, termasuk sejumlah pengrajin lanjut usia yang hingga kini masih mengerjakan detail payet secara manual.