Koleksi Khayae di IFW 2026 Hadirkan Keindahan Velvet Berpadu dengan Payet Jadul

Bahkan, menurut Elok, ada pekerja yang telah berusia sekitar 60 tahun namun tetap aktif menghasilkan karya dengan ketelitian tinggi.
"Pegawai kami ada yang usianya sekitar 60 tahun dan masih mengerjakan payet. Karena itu hampir setiap busana selalu memiliki detail payet. Bagi kami, sustainability juga berarti mempekerjakan mereka, mulai dari yang muda sampai yang sepuh," ujarnya.
Pendekatan tersebut menjadi alasan mengapa Khayae tidak menggunakan wastra pada koleksi kali ini. Sebagai gantinya, mereka memilih mengangkat nilai 'craftsmanship' melalui pekerjaan tangan para pengrajin yang selama ini berada di balik layar industri mode.
Bagi Silvia dan Elok, Majestic Reverie bukan sekadar koleksi tentang busana pesta atau gaun glamor. Khayae ingin setiap perempuan yang mengenakan koleksi ini merasa memiliki nilai dan kepercayaan diri.
"Kami ingin setiap perempuan percaya bahwa dirinya berharga. Karena semahal apa pun bajunya, kalau tidak percaya diri, semuanya akan percuma," kata Silvia.
Editor: Muhammad Sukardi