Kronologi Lengkap Munculnya Tuduhan Ruben Onsu Sakit HIV, gegara Chat WhatsApp!
JAKARTA, iNews.id – Isu yang menyebut artis Ruben Onsu mengidap HIV menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan publik dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai spekulasi bermunculan di media sosial hingga memicu beragam asumsi mengenai kondisi kesehatan presenter tersebut.
Namun, berdasarkan penjelasan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, tuduhan tersebut tidak didukung bukti medis. Bahkan, pihak Ruben telah menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan status HIV Ruben non-reaktif.
Lantas, bagaimana kronologi munculnya isu tersebut? Simak informasinya hanya di artikel ini.
Polemik ini bermula ketika Minola Sebayang hadir sebagai narasumber dalam podcast Denny Sumargo. Dalam perbincangan tersebut, Minola membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan sengketa hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Di kesempatan itu, Minola juga memperlihatkan sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menurutnya berkaitan dengan perkara yang sedang bergulir.
Setelah cuplikan podcast tersebut beredar luas di media sosial, sebagian warganet mulai menyoroti isi percakapan yang ditampilkan. Potongan-potongan chat itu kemudian ditafsirkan beragam oleh publik dan memunculkan dugaan bahwa Ruben mengidap HIV.
Perlu dicatat, dugaan tersebut muncul dari interpretasi terhadap isi percakapan yang beredar, bukan dari keterangan dokter maupun dokumen hasil pemeriksaan kesehatan yang dipublikasikan saat itu.
Seiring viralnya cuplikan podcast dan potongan percakapan WhatsApp tersebut, berbagai unggahan di media sosial mulai mengaitkannya dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu.
Narasi yang berkembang kemudian semakin meluas dan memunculkan klaim bahwa Ruben mengidap HIV. Isu tersebut bahkan terus dibahas di tengah proses gugatan hak asuh anak yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Menanggapi isu yang terus berkembang, Minola mengungkapkan bahwa Ruben akhirnya menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh di laboratorium pada 25 Juli 2026.
Menurut Minola, pemeriksaan itu sebenarnya bukan atas keinginan Ruben. Sebab, Ruben merasa dirinya dalam kondisi sehat dan tidak merasa perlu menjalani tes.
“Sebenarnya Ruben kan nggak mau untuk memeriksa dirinya karena dia merasa, ‘Saya nggak apa-apa’. Tapi saya bilang, ‘Jangan, kita nggak boleh artinya menolak atau keras hati. Lakukan saja, rendah hati saja. Pasti ada gunanya.’ Dan ternyata memang ada gunanya,” ujar Minola pada awak media, belum lama ini.
Setelah hasil pemeriksaan keluar, Minola menunjukkan langsung dokumen laboratorium kepada awak media sebagai bentuk klarifikasi atas isu yang beredar.
“Hasil daripada pemeriksaan itu, ini lihat teman-teman ya, ini HIV ya. Tiga huruf itu, NON-REAKTIF. Jadi artinya tidak ada seperti apa yang disampaikan dan dipertanyakan oleh banyak orang pada hari ini,” tegasnya.
Hasil non-reaktif tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan HIV Ruben tidak memberikan indikasi infeksi HIV berdasarkan sampel yang diperiksa.
Selain membantah isu tersebut melalui bukti medis, Minola juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang, menurutnya, lebih mempercayai potongan percakapan WhatsApp dibanding hasil pemeriksaan laboratorium.
Ia menilai isi chat yang beredar telah diperbesar atau dipotong sehingga memicu penafsiran yang berbeda di masyarakat.
“Masa mereka lebih percaya kepada chatting-an yang datang dari satu sumber daripada bukti riil? Selama ini selalu kami yang dikejar-kejar untuk membuktikan, seolah-olah kami betul seperti apa yang dipersangkakan orang lain,” kata Minola.
Editor: Muhammad Sukardi