Maia Estianty Disentil Netizen gegara Bahas Rezeki dan Sedekah, Dinilai Tak Peka
JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Maia Estianty menjadi sorotan setelah membagikan pandangannya mengenai rezeki, kerja keras, dan sedekah melalui Threads. Unggahan istri Irwan Mussry tersebut menuai kritik dari sejumlah netizen yang menilai persoalan kemiskinan tidak bisa hanya dikaitkan dengan usaha individu dan kebiasaan bersedekah.
Dalam utasnya, Maia mengibaratkan manusia seperti burung liar yang harus terbang ke sana kemari untuk mencari makanan. Menurutnya, meski rezeki setiap makhluk hidup telah dijamin Allah, manusia tetap perlu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua mahluk hidup rejeki nya ditanggung Allah itu benar, tapi burung juga kalau males terbang juga gak bakal dapet makanan,” tulis Maia.

Dia kemudian menghubungkan pengamatannya tersebut dengan kondisi ekonomi manusia. Maia berpendapat, orang yang merasa kekurangan uang perlu meningkatkan ikhtiar melalui pekerjaan.
Selain bekerja keras, dia juga menekankan pentingnya berbagi kepada sesama melalui sedekah, baik berupa uang maupun tenaga.
“Artinya kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana sini mencari makanan,” katanya.
Maia juga menilai kemalasan dapat membuat seseorang semakin sulit mendapatkan rezeki. Menurutnya, kondisi tersebut bisa semakin buruk jika seseorang tidak pernah bersedekah.
“Kita males, ya rejeki kita seret, akan seret lagi kalo gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga),” tulisnya.
Namun, pandangan tersebut justru memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen menilai pemikiran Maia belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Salah satu netizen menyoroti dilema yang dihadapi orang-orang dengan keterbatasan ekonomi, terutama ketika harus memilih antara bersedekah dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Coba balik lg kemari pas udah jatuh miskin sampe buat menyambung hidup harus pake mikir antara sedekah dl atau isi perut sendiri dulu. Sampe situ dl aja, kalo masih keluar negeri pake PJ jgn bahas ini dulu. Ngga nyambung,” kata @pinky***.
Kritik lain menyoroti kemiskinan struktural yang dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan meningkatkan kerja keras atau membiasakan diri bersedekah.
“Bosen ah. Utasnya ttg kekayaan mulu. Kemiskinan struktural tuh bukan soal sedekah dll. Emang sistemnya yang dibuat seperti ini....,” ujar @sisca***.
Ada pula netizen yang menggunakan analogi burung untuk menyanggah pandangan Maia. Menurutnya, lingkungan dan kondisi di sekitar juga memengaruhi kemampuan makhluk hidup dalam mencari makanan.
“Burung jg kesulitan terbang cari makan kalo hutan nya kebakaran smpe berbulan bulan.. Ngomong bgni sambil keliling desa Portugal mah gampang,” tulis @novi***..
Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai hubungan antara kerja keras, sedekah, dan kondisi ekonomi seseorang. Pesan Maia menekankan pentingnya ikhtiar dan berbagi, sementara para pengkritiknya mengingatkan bahwa kemiskinan juga dapat dipengaruhi faktor struktural dan keterbatasan akses terhadap kesempatan ekonomi.
Sebagian netizen pun menilai pernyataan Maia kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Latar belakang Maia yang dikenal memiliki kehidupan berkecukupan turut menjadi sorotan dalam perdebatan tersebut.
Editor: Dani M Dahwilani