Bukan Salah Hitung! Ini Alasan Angka Kemiskinan RI versi BPS dan Bank Dunia Beda
JAKARTA, iNews.id - Angka kemiskinan Indonesia per Maret 2026 tercatat 8,07 persen menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Bank Dunia mencatat 64,1 persen penduduk berada di bawah garis kemiskinan berdasarkan standar negara berpendapatan menengah atas.
Perbedaan mencolok tersebut terjadi karena kedua lembaga menggunakan standar pengukuran dan tujuan yang berbeda. BPS dan Bank Dunia menyampaikan klarifikasi bersama untuk menjelaskan perbedaan angka kemiskinan tersebut pada Kamis (10/9/2026) malam.
Menurut kedua lembaga, angka 64,1 persen dari Bank Dunia tidak menunjukkan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia tiba-tiba memburuk. Angka tersebut muncul karena Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional yang disesuaikan dengan status pendapatan Indonesia.
“Kedua ukuran tersebut memiliki tujuan yang berbeda, dan keduanya tepat untuk kegunaan masing-masing. Garis kemiskinan nasional ditetapkan oleh pemerintah serta bersifat spesifik bagi setiap negara dengan konteksnya masing-masing,” tulis BPS dan Bank Dunia dalam pernyataan bersama, Kamis (10/9/2026) malam.
“Garis ini digunakan sebagai dasar kebijakan nasional dan untuk memantau kemajuan dalam upaya pengentasan kemiskinan,” sambungnya.