Kiswah

Manusia Diingatkan Selalu Husnudzon, Jauhkan Hati dari Berburuk Sangka kepada Allah SWT

Rizqa Leony Putri ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 19:01 WIB
Manusia Diingatkan Selalu Husnudzon, Jauhkan Hati dari Berburuk Sangka kepada Allah SWT

Kyai Misbah mengingatkan manusia selalu husnudzon kepada Allah SWT. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Berburuk sangka atau suudzon merupakan perbuatan yang tidak boleh dilakukan, baik terhadap sesama manusia maupun kepada Allah SWT. Manusia yang berburuk sangka kepada Allah SWT berarti meragukan kebesaran-Nya.

Meski begitu, berburuk sangka kepada Allah SWT sering kali menjadi perbuatan yang tak sadar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya mengeluh, tidak terima terhadap keputusan Allah SWT, bahkan mengira bahwa keputusan-Nya tidak adil.

Hal ini dijelaskan oleh KH Misbahul Munir (Kyai Misbah) bahwa manusia memang sering mengeluh dalam hidupnya. Akan tetapi, hal tersebut sebaiknya tidak dibiarkan dan manusia harus berusaha terus memperbaiki diri agar tidak sampai berburuk sangka kepada Allah SWT.

"Manusia itu sering mengeluh. Namun demikian, ini tidak boleh dibiarkan, harus ada usaha memperbaiki. Jangan sampai kita itu mencurigai Allah atau suudzon, berburuk sangka kepada Allah," ujar Kyai Misbah, seperti dikutip dari Kiswah, iNews pada Senin (31/8/2020).

Kyai Misbah menegaskan, manusia harus menjauhi perbuatan berburuk sangka kepada Allah SWT. Sebab hal tersebut, selain tidak baik untuk dilakukan, juga termasuk dalam perbuatan dosa.

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu berburuk sangka yang banyak. Karena apa, sebagian daripada berburuk sangka itu adalah perbuatan dosa," ucapnya.

Dia menambahkan baik syariat, perintah, larangan, hingga keputusan Allah SWT pasti mengandung kebaikan bagi umat-Nya. Sebab, Allah SWT tidak akan membrikan sesuatu yang melampaui batas kemampuan umat-Nya.

"Jangan sampai engkau mencurigai Tuhanmu. Apakah itu syariatnya, perintah-Nya, larangan-Nya, atau keputusan Allah, pasti mengandung kebaikan. Cuma kadang-kadang karena ilmu kita terbatas, sangkaannya juga kadang-kadang salah. Padahal, kita sudah tahu Tuhanmu itu bukan Tuhan yang dzalim, artinya melampaui batas, Allah tidak dzalim," ucap Kyai Misbah.

Tak hanya itu, KH Zuhri Ya'qub menambahkan bahwa setiap orang yang berprasangka buruk nantinya akan dapat menuai keburukan pula. Hal itulah yang menurutnya, membuat manusia seharusnya selalu optimistis dan berprasangka baik. Tak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Allah SWT.

"Aku, kata Allah, tergantung prasangka hamba kepada-Ku. Artinya kalau dia bersangka baik, maka kebaikan yang akan dia dapat. Tapi kalau buruk, dia akan menuai keburukan," kata Kyai Zuhri.

Menurut Kyai Zuhri, apa pun yang dipikirkan dalam benak manusia, maka akan kembali kepada manusia tersebut. Oleh karena itu, dia mengimbai agar manusia dapat membuang jauh prasangka buruk kepada manusia dan Allah SWT.

"Jadi apa yang ada di dalam benak pikiran kita, sesungguhnya itu akan menimbulkan energi dan itu semua akan kembali kepada si pelaku. Makanya itu, hidup ini harus selalu optimis dan husnudzon. Buang hal-hal yang negatif pada diri kita, termasuk prasangka, berburuk sangka kepada Allah maupun kepada manusia. Jadi, apa yang kita lemparkan itu akan kembali kepada diri kita," kata Kyai Zuhri.

Kyai Misbah menegaskan, sebaiknya manusia dapat menakar dengan baik cara berpikirnya terhadap apa pun, termasuk kepada Allah SWT. Kemudian, selalu berbaik sangka kepada Allah SWT dalam hal apa pun.

"Saya ingin mengingatkan agar kita bisa menakar dengan baik, cara berpikir kita khususnya kepada Allah SWT. Jangan sampai kita suudzon, berburuk sangka kepada Allah. Mari kita berkhusnudzon kepada Allah dalam hal apa pun," kata Kyai Misbah.

Editor : Tuty Ocktaviany