Mengharukan, Zul Zivilia Bersyukur Bisa Lebih Lama Bertemu Istri dan Anak di Lapas
“Alhamdulillah senang banget, apalagi ini momennya momen yang istimewa banget. Cuma sayangnya hujan, jadi agak kurang gimana, tapi Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” tutur Retno.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Zul langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bermain dan bercengkerama dengan anak-anaknya. Dia mengaku pertemuan dengan keluarga menjadi hal paling berharga selama menjalani masa hukuman.
“Saya sebenarnya pengen setiap saat dibesuk, cuma kan Cibubur ke sini lumayan jauh. Biaya juga, anak-anak sekolah, karena waktu besukan pas jam sekolah, Senin sampai Kamis,” ungkapnya.
Zul menyebut anak-anaknya terkadang hanya bisa datang dua hingga tiga bulan sekali. Kerinduan tersebut terus dia simpan sembari berharap masa hukumannya segera berakhir.
Selama berada di Lapas Gunung Sindur, Zul tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan berinteraksi dengan sesama warga binaan, termasuk narapidana perempuan dalam kegiatan tertentu.
Saat ditanya soal perasaannya, Retno justru menanggapi dengan santai. Dia mengaku sudah terbiasa dan tidak merasa cemburu. “Udah kebal saya,” kata Retno sambil tertawa.
Zul pun menimpali dengan nada ringan. “Dia tahu saya nggak ada perasaan. Mau ada juga susah, dia di Lapas sana. Kalau ada perasaan dia bakal cemburu pasti,” ujarnya.
Kisah Zul Zivilia menjadi potret kerinduan seorang ayah dan suami yang terpisah oleh kesalahan masa lalu. Namun di balik jeruji besi, cinta, harapan, dan doa keluarga tetap menjadi cahaya yang menguatkan langkahnya.
Editor: Dani M Dahwilani