Panas! Fahira Almira Dapat Teguran Hukum Terbuka gegara Kasus Usus Buntu Viral
Mereka mengingatkan bahwa hasil pemeriksaan yang berbeda pada waktu berbeda tidak secara otomatis membuktikan bahwa pertimbangan medis sebelumnya keliru.
Untuk menilai dugaan appendicitis secara objektif, menurut Nalar Rawat, perlu melihat sejumlah aspek sekaligus, mulai dari gejala, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, pencitraan atau imaging, terapi yang telah diberikan, hingga interval waktu antara pemeriksaan.
Hal ini menjadi penting karena diagnosis medis tidak semata-mata ditentukan berdasarkan satu hasil pemeriksaan.
Dalam kasus Fahira, pemberitaan sebelumnya menyebut hasil pemeriksaan di Penang menunjukkan ukuran apendiks sekitar 8,1 milimeter. Dokter di sana kemudian disebut mengaitkan kondisi tersebut dengan fecalith atau tinja keras yang menyumbat bagian usus buntu.
Viralnya cerita Fahira juga menimbulkan dampak di ruang publik.
Sejumlah warganet kemudian mempertanyakan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia setelah mendengar pengalaman Fahira yang memperoleh hasil pemeriksaan berbeda di Malaysia.