Profil AM Hendropriyono, Profesor Dr Intel Pertama di Dunia 

Siska Permata Sari · Selasa, 30 November 2021 - 22:39:00 WIB
Profil AM Hendropriyono, Profesor Dr Intel Pertama di Dunia 
Berikut profil AM Hendropriyono, profesor Dr Intel pertama di dunia. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Berikut profil AM Hendropriyono, profesor Dr Intel pertama di dunia. Pemilik nama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono ini lahir di masa pendudukan Jepang pada 7 Mei 1945 di Yogyakarta. 

Hendropriyono kecil menempuh pendidikan dasar di SR Muhammadiyah, Kemayoran, Jakarta. Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Jakarta dan SMA Negeri 2 Jakarta. 

Usai lulus dari SMA, Hendropriyono melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah dan lulus di tahun 1967. Tak puas, dia kembali menempuh pendidikan di Australian Intelligence Course di Woodside (1971), United States Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980). 

Setelah itu, dia menempuh pendidikan militer di Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko ABRI) dan lulus terbaik pada 1989 di bidang akademik dan kertas karya perorangan dengan mendapat anugerah Wira Karya Nugraha. Di pendidikan militer, dia juga sempat mengenyam Kursus Singkat Angkatan VI Lembaga Ketahanan Nasional (KSA VI Lemhannas). 

Sebagai Kepala Badan Intelijen Negara pertama dan dijuluki the master of intelligence karena menjadi ‘Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen’ pertama di dunia, AM Hendropriyono memiliki sederet gelar akademik. 

Dia tercatat menyelesaikan pendidikan tingginya sebagai sarjana dalam bidang administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN), Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (UT) Jakarta, Sarjana Teknik Industri dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Bandung.  

Dia juga meraih gelar magister administrasi niaga dari University of the City of Manila, Filipina, mendapat gelar magister di bidang hukum dari STHM. Kemudian pada Juli 2009, dia meraih gelar doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan predikat Cum Laude.

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: