Profil dan Fakta Dokter Tirta yang Gencar Lawan Virus Corona di Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Dokter sekaligus relawan peduli pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) Tirta Mandira Hudi atau akrab disebut dr Tirta, kini tengah ramai diperbincangkan. Dia adalah salah satu dokter muda yang gencar membantu memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis.
Saat ini dia tengah menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami beberapa gejala virus corona. Sebelum dirawat, dia juga sempat melakukan penggalangan dana dan membagikan APD di rumah sakit.
Walaupun kini berstatus PDP, namun dr Tirta mengatakan tetap akan mengirimkan ratusan APD ke rumah sakit melalui timnya.
“Ketika saya PDP, sekarang , saya masih bisa lanjut berjuang dan ngurus bisnis,” tulis dr Tirta seperti dikutip dari Instagramnya, Minggu (29/3/2020).
“Dan dari RS Akhirnya saya menemukan 1 FULL SET APD DARI tim saya yg kliling se kota, saya beli 200 pcs dulu,” tulisnya.
Sebelum dikenal sebagai dokter yang peduli pada pencegahan virus corona di Indonesia, dr Tirta cukup aktif di dunia street culture dan menjadi pengusaha di bisang fashion. Berikut fakta-fakta dr Tirta seperti dirangkum iNews.id, Minggu (29/3/2020).
Lulusan UGM
Dibesarkan di Solo, dr Tirta adalah lulusan Fakultas Kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia masuk tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikannya pada 2013 silam. Selama kuliah di UGM, dr Tirta sempat menjadi pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM.
Jadi dokter muda dan dinas di Puskesmas
Setelah lulus kuliah, pria 29 tahun ini sempat menjadi dokter muda di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta selama dua tahun, sebelum akhirnya menjalani dinas di Puskesmas Turi dan RS UGM Yogyakarta.
Founder toko perawatan sepatu
Selain menjadi seorang dokter, dia juga merupakan pengusaha. Selama kuliah dan hingga saat ini, dr Tirta menjalani bisnis perawatan sepatu ‘Shoes And Care’ sejak 2013 hingga sekarang. Dia juga memegang beberapa usaha lainnya yang berkaitan dengan sepatu.
Pekerjakan bekas napi dan anak putus sekolah
Menjadi seorang pengusaha, dia memberikan pekerjaan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti anak jalanan, anak punk, anak putus sekolah, hingga bekas napi. “60 persen rata-rata pegawai Shoes And Care, itu anak putus sekolah, anak jalanan, anak punk, dan kaum marjinal,” kata dr Tirta seperti dikutip dari video di YouTube Deddy Corbuzier.
Lakukan penggalangan dana hingga Rp2 miliar lebih
Di tengah pandemi virus corona yang sudah sampai di Indonesia, dia merasa prihatin dengan kondisi APD yang langka. Padahal, APD penting bagi tenaga kesehatan untuk mencegah dirinya terkena virus corona. Saat ini, dana terkumpul mencapai Rp2,6 miliar.
“Sebagai seorang dokter yang juga turun ke lapangan, saya ngerasain langsung gimana pandemi Corona COVID-19 sukses bikin riuh banyak faskes, RS, dan para tenaga medis yang bertugas. Yang awalnya bereaksi waspada, jadi panik. Yang awalnya Alat Perlindungan Diri (APD) belum langka, jadi langka. Padahal APD bagi petugas medis sangat vital perannya,” tulisnya melalui platform KitaBisa.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian disinfektan di tempat umum, APD untuk tenaga kesehatan, handsanitizer, dan masker yang disebarkan rutin untuk masyarakat.
Editor: Tuty Ocktaviany