Saaih Halilintar Canter Kuda di Jalan Aspal, Netizen Murka: Sangat Berbahaya!
Lantas, benarkah canter di jalan beraspal berbahaya bagi kuda?
Sejumlah referensi veteriner menunjukkan bahwa kekhawatiran netizen tersebut memiliki dasar ilmiah.
British Horse Society (BHS), organisasi berkuda di Inggris, menjelaskan bahwa permukaan jalan beraspal yang keras merupakan salah satu permukaan dengan risiko tertinggi bagi kuda. Aspal dapat menghasilkan benturan (concussion) yang diteruskan ke sendi-sendi kaki kuda, sementara permukaan yang licin juga meningkatkan risiko tergelincir.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Equine Veterinary Journal juga menjelaskan bahwa interaksi antara kuku kuda dan jenis permukaan tanah sangat memengaruhi beban yang diterima sistem muskuloskeletal kuda. Permukaan yang lebih keras menyebabkan gaya benturan yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan tekanan pada tulang, sendi, tendon, dan ligamen apabila dilakukan secara berulang atau dalam kecepatan tinggi.
Senada dengan itu, sejumlah dokter hewan olahraga kuda menjelaskan bahwa permukaan keras seperti jalan raya memang masih dapat dilalui untuk berjalan (walk) atau dalam kondisi tertentu digunakan sebagai bagian dari latihan dengan pengawasan. Namun, canter bahkan gallop di atas aspal umumnya tidak dianjurkan karena meningkatkan gaya benturan pada setiap pijakan kaki kuda.
Selain berisiko terhadap sendi dan tulang, permukaan aspal juga memiliki daya cengkeram yang berbeda dibanding arena berkuda atau tanah berpasir. Jika kuku kehilangan traksi, kuda berpotensi terpeleset yang dapat menyebabkan cedera baik pada hewan maupun penunggangnya.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa risiko cedera dipengaruhi banyak faktor, seperti kecepatan, durasi berkuda, kondisi kuku dan tapal kuda, bobot penunggang, hingga kondisi permukaan jalan. Karena itu, video singkat yang beredar di media sosial tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan apakah kuda mengalami cedera atau tidak.
Editor: Muhammad Sukardi