Sang Sukrasana Sukses Menghibur Penonton, Lukman Sardi Ingin Anak Muda Mencintai Budaya Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Acara pementasan teater Sang Sukrasana berlangsung sukses. Sang pemeran utama Sukrasana, Lukman Sardi sangat puas meski baru pertama kali main wayang orang.
Pementasan wayang orang Sang Sukrasana berlangsung di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Minggu (17/11/2019). Pergelaran ini diselenggarakan oleh Laskar Indonesia Pusaka didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation untuk merayakan Hari Wayang Nasional yang jatuh pada November ini.
Dalam pementasan ini, melibatkan berbagai lapisan masyarakat yang memainkan berbagai karakter yang ada pada lakon Sang Sukrasana. Mulai dari selebriti, Prajurit TNI dan Polri, serta para purnawirawan.

Para penonton yang memenuhi acara pun, sangat terhibur dengan acaranya ini. Dan, sebagai pemeran utama, Lukman Sardi sangat puas melihat antusias penonton atas pementasan teater Sang Sukrasana.
“Saya sangat senang karena dalam pementasan ini menjadi belajar bersama teman-teman lainnya. Tidak hanya mereka yang berlatar belakang seniman, tetapi juga Polri, TNI dan profesi lainnya,” tutur Lukman Sardi kepada iNews.id di lokasi acara, Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (17/11/2019).
Keberhasilan Lukman Sardi dan para pemeran lainnya tidak lepas dari matangnya latihan sebelum acara berlangsung.
"Sebelumnya sudah mempersiapkan diri sama teman-teman yang lain, sehingga berusaha tampil maksimal. Kita tidak pikir macam-macam, terpenting fokus di pangggung,” jelasnya.
Lukman Sardi mengaku tertarik untuk terlibat di pementasan ini karena ingin melestarikan budaya Indonesia.
"Aku kan pekerja seni. Cara untuk melestarikan budaya, ya harus terlibat, enggak cuma ngomong dong,” katanya.
Dengan terlibat di acara ini, Lukman berharap masyarakat, khususnya anak muda mencintai kebudayaan Indonesia.
"Tujuan diadakan acara ini, pastinya membuat orang terhibur. Kedua, harapannya dengan kemasan wayang orang yang lebih ringan dan dibuat menarik karena ada digital medianya, mudah-mudahan bisa menarik anak-anak muda. Paling enggak dia mengetahui dulu, mengenal dan akhirnya mencintai wayang orang sebagai budaya Indonesia," katanya.
Editor: Tuty Ocktaviany