Di sisi lain, militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggunakan drone laut dalam operasi menyerang Iran. Serangan tersebut menyasar kapal selam Iran yang berada di pelabuhan Bandar Abbas.
Meriah! MPLS di SDN Purwoyoso 1 Semarang Undang Badut Sirkus meski Hanya Dapat 3 Siswa
Amerika Serikat mengerahkan sejumlah drone laut Saronic Crosser untuk menyerang kapal selam beserta fasilitas perawatannya. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim operasi ini menjadi penggunaan perdana drone laut tersebut dalam serangan terhadap Iran.
Sebanyak tiga unit drone Saronic Crosser dilaporkan digunakan dalam operasi tersebut. Drone laut bertenaga diesel dengan panjang sekitar 24 kaki itu diproduksi oleh Saronic Technologies yang berbasis di Texas, Amerika Serikat.
Betrand Peto Akui Sudah Lama Putus Komunikasi dengan Jordi Onsu
Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di kawasan Teluk.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis video yang memperlihatkan peluncuran drone dan rudal jelajah. Serangan tersebut disebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Inovasi Anak Bangsa! Kini Ada AI Buatan Dokter RI untuk Deteksi Gagal Jantung
Selain itu, Iran juga menyasar kapal-kapal milik Amerika Serikat dan sekutunya yang melintas di Selat Hormuz. Target utama serangan disebut berada di pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Iran menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap meningkatnya kehadiran Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital bagi distribusi minyak dan perdagangan internasional.
Editor: Dani M Dahwilani