Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Hujani Gaza dengan Rudal, Amerika Sebut Bukan Pelanggaran
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

Selama dua tahun terakhir, warga Gaza hidup dalam ketakutan akibat pemboman tanpa henti. Banyak di antara mereka kehilangan rumah, keluarga, dan masa depan. Kini, fokus utama beralih dari bertahan hidup menjadi upaya penyelamatan dan pemulihan. Tim medis dan relawan bekerja tanpa henti menolong korban, sementara organisasi kemanusiaan internasional menyalurkan bantuan makanan, air bersih, serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan.

Krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik mengkhawatirkan. Ribuan nyawa telah melayang, ratusan ribu orang terlantar, dan generasi muda Gaza tumbuh tanpa pernah mengenal arti kata "damai".

Pertanyaan besar kini menggantung: berapa lama gencatan senjata ini akan bertahan? Dunia dihadapkan pada ujian moral dan politik untuk tidak sekadar menjadi penonton ketika konflik kembali membara.

Diperlukan komitmen nyata dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, dunia Islam, dan juga Eropa untuk memastikan perjanjian ini berjalan sesuai kesepakatan. Hanya dengan pengawasan dan dukungan berkelanjutan, perdamaian di Gaza bisa menjadi kenyataan — bukan sekadar janji di atas kertas.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut