TOP 5, Duka Mendalam BCL Ditinggal Ashraf Sinclair dan Mahasiswi asal Lombok Tengah Kangen Wuhan

Tuty Ocktaviany ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 20:00 WIB

JAKARTA, iNews.id – Kepergian aktor sekaligus suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair untuk selama-lamanya pada Selasa 18 Februari 2020, mengejutkan banyak pihak dan menempati posisi pertama iNews.id TOP 5. Ashraf meninggal dunia pada usia 40 tahun karena serangan jantung.

Ashraf Sinclair dikenal sebagai aktor Malaysia yang banyak membintangi sinetron dan film layar lebar di Indonesia. Pria kelahiran 18 September 1978 ini menikah dengan Bunga Citra Lestari pada 8 November 2008. Selama 11 tahun menikah, pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Noah Aidan Sinclair.

Pemilik nama lengkap Ashraf Daniel Bin Mochamed Sinclair meninggal dunia akibat serangan jantung pukul 04.51 WIB di rumah sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di San Diego Hills, Selasa sore.

Kemudian sikap Anies Baswedan yang menolak menghadiri deklarasi dirinya sebagai Capres 2024, menempati TOP 5 nomor kedua. Deklarasi dilakukan oleh Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI).

Ketua GPMI Jakarta Raya M Syarief Hidayatulloh mengatakan, mantan Mendikbud itu menolak acara deklarasi dukungan terhadap dirinya karena masih fokus membenahi Ibu Kota Jakarta.

"Pak Anies belum mau, kenapa? Karena masih mengurus Jakarta Raya dengan program-program beliau, mengurus warga Jakarta," kata Syarief, di lokasi acara GPMI di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (16/2/2020).

Kendati demikian, Syarief mengatakan GPMI akan menggelar acara deklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan di kemudian hari. Hanya saja, dia tidak memberikan informasi kapan acara itu akan dilaksanakan.

Posisi ketiga, terkait sikap Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier yang menyebut Rusia, China dan Amerika Serikat (AS) membuat dunia jadi tidak aman. Menurutnya, mereka saling berlomba untuk menjadi kekuatan besar dan bisa memunculkan persaingan baru dalam senjata nuklir.

"Rusia, sekali lagi telah membuat kekuatan militer dan pergeseran perbatasan yang diwarnai kekerasan di Eropa sebagai sarana politik," kata Steinmeier, dalam pidato pembukaan, dikutip dari Reuters, Sabtu (15/2/2020).

Sementara itu, lanjut dia, China tebang pilih dalam mengadopsi hukum internasional yakni yang tidak bertentangan dengan kepentingannya mereka.

Tidak kalah mencuri perhatian dan menempati posisi empat, yaitu terkait sikap Bupati Lebak Iti Oktavia yang mengamuk melihat aktivitas lalu lalang truk tronton yang mengangkut material tanah, Selasa (18/2/2020). Aksi bupati ini diluapkan dengan memanjat truk tronton dan memarahi sopir truk pembawa material tanah.

Selain merusak jalan dan jembatan, keberadaan truk pembawa tanah merah juga membuat kondisi jalan menjadi licin, sehingga sering memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Akibat aktivitas truk bermuatan tanah itu, jalan dan jembatan di Kampung Pasir Buah, Desa Lebakasih, Kecamatan Curugbitung, Lebak, Banten tersebut rusak parah dan berubah menjadi jalan berlumpur. Padahal, ruas jalan tersebut baru diperbaiki dengan menelan anggaran sebesar Rp50 miliar.

Kemudian di posisi kelima, ditempati kisah Dewi Pujut Putri Aririen, warga Lombok Tengah yang kembali ke kampung halaman pada Sabtu (15/2/2020) usai dikarantina 14 hari di Kepulauan Natuna. Disambut keluarga, Puput saap akrab mahasiswi ini pun masih berniat kembali di Wuhan, China.

Puput yang menempuh pendidikan di Wuhan, China pulang dalam keadaan sehat. Dia mengaku senang bisa kembali ke Indonesia setelah Wuhan menjadi kota yang terisolasi.

Puput mengaku sudah merindukan Wuhan setelah 14 hari dikarantina di Natuna. "Iya rindu, mau balik (ke Wuhan)," ucapnya sambil tertawa.

Sementara itu, ayah Puput Abdul Rahim mengaku tenang saat anaknya kembali ke Indonesia. Senada dengan Puput, dia tidak akan melarang anaknya kembali ke Wuhan jika perkuliahan mulai aktif.

"Kami masih menunggu keputusan dari Wuhan juga untuk kuliah," kata Abdul Rahim.

Untuk sementara, dia hanya menyiapkan fasilitas seperti jaringan internet untuk perkuliahan jarak jauh anaknya.

Video Editor: Ifaldi Musyadat
Cameraman: Indra Setya Budi

Editor : Tuty Ocktaviany