TOP 5, Haji 2020 Digelar Terbatas dan Kasus Positif Covid-19 di Jawa Timur Lampaui DKI Jakarta

Latief Siregar ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 19:14 WIB

JAKARTA, iNews.id – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 Hijriah atau 2020 Masehi akhirnya ada kepastian. Pemerintah Arab Saudi memutuskan tetap menggelar ibadah haji, namun pelaksanaannya hanya bisa diikuti oleh jemaah yang sudah berada di negara tersebut.

Kepastian itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi melalui akun resmi Twitter @KSAmofaEN pada Selasa (23/6/2020) dini hari waktu Indonesia, mengutip keterangan tertulis Kementerian Haji dan Umrah. Pemerintah Arab Saudi mengatakan, keputusan itu diambil untuk memastikan pelaksanaan haji 2020 menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Virus corona menyebar di pertemuan besar dan transmisi antarnegara, telah diputuskan haji tahun 1441 H atau 2020 M akan diadakan dengan jumlah peziarah sangat terbatas dari berbagai negara yang sudah bertempat di Arab Saudi dan sudah pasti bisa melaksanakannya," tulis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi mengatakan, keputusan ini diambil untuk mengurangi risiko peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di dunia, mengingat ibadah haji selalu dipenuhi warga berbagai negara yang berdesakan di Tanah Suci. Dengan keputusan ini, berarti Arab Saudi menutup pintu kedatangan jemaah haji dari luar negara mengingat sejumlah negara masih mengalami peningkatan kasus positif Covid-19.

Kepastian soal pelaksaan ibadah haji ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia dan menempati posisi pertama iNews.id TOP 5. Sebelum informasi ini, pemerintah Indonesia sudah mengambil keputusan tidak mengirimkan jemaah haji Indonesia 2020 mengingat situasi dalam pandemi Covid-19.

Sementara posisi kedua ditempati soal penghentian Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di ruas jalan Sudirman-Thamrin. Penghentian CFD mulai Minggu 28 Juni 2020.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, di Jakarta, Rabu (24/6/2020), yang mengatakan bahwa gelaran CFD di ruas jalan dimaksud, yang jadi arena masyarakat untuk berolahraga akan ditiadakan pada tanggal tersebut.

Seperti diketahui, penyelenggaraan CFD pada Minggu 21 Juni 2020 lalu sempat viral. Penyebabnya pengunjung membludak meski di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Keputusan ini juga muncul setelah pihak Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan melakukan evaluasi mulai Senin 22 Juni 2020.

Kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur yang melewati DKI Jakarta hari ini, Jumat (26/6/2020), menempati posisi ketiga TOP 5. Data per hari ini jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 51.427 orang yang tersebar di sejumlah provinsi. Jumlah terbanyak tercatat di Jatim mencapai 10.901 orang melampaui DKI Jakarta, 10.796 orang.

Jumlah terbanyak berikutnya Sulawesi Selatan 4.469 orang, Jawa Tengah (Jateng) 3.097 orang, Jawa Barat (Jabar) 3.014 orang, Kalimantan Selatan 2.876 orang dan Sumatera Selatan 1.907 orang.

"Kalau kita lihat sebarannya hari ini Jawa Timur melaporkan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 356 dan 193 sembuh. DKI Jakarta melaporkan 205 kasus baru dan 108 sembuh," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Jumat (26/6/2020).

Dia menuturkan, jumlah terbanyak pasien positif Covid-19 berikutnya, yaitu Papua mencapai 1.633 orang, Banten 1.414 orang dan Sumatera Utara 1.370 orang.

Kemudian posisi keempat tidak kalah menyita perhatian, terkait aksi penyerangan anak buah John Kei di Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu 21 Juni 2020 berlatar belakang dendam. Polisi menyebut ada masalah bagi hasil jual beli tanah yang dinilai salah satu pihak tidak adil

Kapolda Metro Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, John Kei merasa dikhianati karena uang hasil penjualan tanah tidak sampai. John dan Nus Kei sempat saling ancam sebelumnya melalui telepon.
"Ini terkait masalah internal antara Nus Kei dan John Kei yang merasa dihianati karena masalah uang tidak sampai. Kedua, memang dari hasil keterangan mereka ini masih saudara, perlu mendetail lah kalau masih bersaudara. Ini masih didalami senjata atau sajam tombak segala," kata Nana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Seorang tentara perdamaian asal Indonesia yang gugur serta lainnya mengalami luka dalam serangan milisi bersenjata di Kongo, Senin (22/6/2020) malam waktu setempat, juga menyita perhatian masyarakat dan menempati pososi kelima TOP 5.

Dilansir dari AFP, Selasa (23/6/2020) malam WIB, serangan mematikan tersebut diarahkan pada patroli pasukan perdamaian PBB sekitar 20 kilometer dari Kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo.

Saat penyerangan, pasukan perdamaian PBB diketahui tengah terlibat dalam proyek pembangunan sebuah jembatan di wilayah Hululu. Tentara Indonesia yang gugur akibat serangan tersebut diketahui dari atribut yang dikenakan.

"Helm biru (tentara Indonesia) tewas dan yang terluka tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil," kata seorang petugas komunikasi pasukan penjaga perdamaian MONUSCO.

Kepala Pasukan Perdamaian MONUSCO, Leila Zerrougui, mengutuk serangan mematikan tersebut. Dia menduga milisi ADF -kelompok bersenjata terkenal di timur Republik Demokratik Kongo- sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Video Editor: Mochamad Nur
Cameraman: Dharma Pandularas

Editor : Tuty Ocktaviany